Ombak Tinggi, Nelayan Alih Profesi
Sahlan Heluth dan Yudha Hendrawan30/07/2010 23:09
Liputan6.com, Maluku Tengah: Dalam dua pekan terakhir, nelayan di pesisir pantai di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, seperti Desa Sepa, Dusun Ambon Baru, dan Dusun Aira tidak melaut. Mereka tak berani mencari ikan karena gelombang tinggi yang terus mengancam jiwa mereka. Tak ada pilihan lain, mereka pun hanya meletakkan perahunya di darat. Kalaupun ada nelayan yang berani melaut, hasil tangkapannya tetap nyaris tanpa hasil karena tak mungkin melaut jauh ke tengah laut.
Agar dapat bertahan hidup, para nelayan itu untuk sementara beralih profesi dengan berkebun. Hal tersebut mereka lakukan agar bisa tetap memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Maluku memerkirakan gelombang tinggi di perairan Maluku setinggi dua hingga tiga meter masih berpotensi terjadi hingga pekan depan.
Sementara di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, akibat ombak yang tinggi delapan nelayan asal Purwodadi, Jawa Tengah, ditemukan terombang-ambing di Laut Flores, kemarin. Saat ini mereka belum bisa kembali ke tempat asal mereka. Kondisi mesin kapal para nelayan ini belum layak melaut untuk menghadapi ganasnya ombak [baca: Terdampar, Delapan Nelayan Harapkan Bantuan].
Delapan awak kapal ikan KM Mas 07 GT 12 ini ditemukan terombang-ambing di Laut Flores. Mereka diselamatkan tim Polisi Air Udara setelah dinyatakan hilang sejak 23 Juli lalu setelah berangkat dari Benoa, Bali menuju Larantukan, Nusa Tenggara Timur. Para nelayan ini berharap agar pemilik kapal di Benoa, segera datang menjemput mereka sehingga dapat berkumpul kembali bersama keluarganya.(MRQ/ANS)
Agar dapat bertahan hidup, para nelayan itu untuk sementara beralih profesi dengan berkebun. Hal tersebut mereka lakukan agar bisa tetap memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Maluku memerkirakan gelombang tinggi di perairan Maluku setinggi dua hingga tiga meter masih berpotensi terjadi hingga pekan depan.
Sementara di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, akibat ombak yang tinggi delapan nelayan asal Purwodadi, Jawa Tengah, ditemukan terombang-ambing di Laut Flores, kemarin. Saat ini mereka belum bisa kembali ke tempat asal mereka. Kondisi mesin kapal para nelayan ini belum layak melaut untuk menghadapi ganasnya ombak [baca: Terdampar, Delapan Nelayan Harapkan Bantuan].
Delapan awak kapal ikan KM Mas 07 GT 12 ini ditemukan terombang-ambing di Laut Flores. Mereka diselamatkan tim Polisi Air Udara setelah dinyatakan hilang sejak 23 Juli lalu setelah berangkat dari Benoa, Bali menuju Larantukan, Nusa Tenggara Timur. Para nelayan ini berharap agar pemilik kapal di Benoa, segera datang menjemput mereka sehingga dapat berkumpul kembali bersama keluarganya.(MRQ/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
