IHSG Semakin Rawan Profit Taking
vibiznews30/07/2010 09:38
Liputan6.com, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada akhri pekan ini diperkirakan akan melemah karena besarnya peluang aksi profit taking. Kemarin indeks ditutup melonjak tajam 1,29% di kisaran level 3.100.
Analis Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting IHSG mengatakan, potensi melemahnya IHSG juga dipengaruhi oleh kondisi Bursa AS pada perdagangan dini hari tadi yang kembali ditutup melemah, terutama oleh outlook mengecewakan dari Bank Sentral Amerika (The Fed), serta kekhawatiran pasar jelang hasil kinerja GDP kuartal 2 besok. Indeks Dow Jones turun 0,29%, S&P 500 merosot 0,42% dan Nasdaq melemah 0,57%.
Fokus pasar bursa AS hari ini adalah klaim pengangguran yang terpantau anjlok 11,000 pekan lalu. Tekanan aksi jual terutama dipicu oleh pernyataan salah satu pejabat The Fed tentang kemungkinan The Fed melakukan langkah yang lebih drastis yakni dengan membeli surat utang pemerintah. Sehingga, indikasi bakal ada stimulus ini menunjukkan outlook perekonomian yang mengecewakan.
Faktor lain, harga minyak dunia pada perdagangan pagi ini hanya bergerak tipis. Kontrak minyak mentah jenis brent dan WTI pada pagi ini masing-masing berada pada level 77,35 dolar AS per barel dan 78,13 dolar AS per barel.
Saham-saham di BEI yang menarik untuk dicermati hari ini antara lain ASII, MYOR, UNVR, BYAN, BUMI, GGRM, AUTO, BMRI, BBRI, SMAR dan TLKM. (http://www.vibiznews.com/mla)
Analis Vibiz Research unit dari Vibiz Consulting IHSG mengatakan, potensi melemahnya IHSG juga dipengaruhi oleh kondisi Bursa AS pada perdagangan dini hari tadi yang kembali ditutup melemah, terutama oleh outlook mengecewakan dari Bank Sentral Amerika (The Fed), serta kekhawatiran pasar jelang hasil kinerja GDP kuartal 2 besok. Indeks Dow Jones turun 0,29%, S&P 500 merosot 0,42% dan Nasdaq melemah 0,57%.
Fokus pasar bursa AS hari ini adalah klaim pengangguran yang terpantau anjlok 11,000 pekan lalu. Tekanan aksi jual terutama dipicu oleh pernyataan salah satu pejabat The Fed tentang kemungkinan The Fed melakukan langkah yang lebih drastis yakni dengan membeli surat utang pemerintah. Sehingga, indikasi bakal ada stimulus ini menunjukkan outlook perekonomian yang mengecewakan.
Faktor lain, harga minyak dunia pada perdagangan pagi ini hanya bergerak tipis. Kontrak minyak mentah jenis brent dan WTI pada pagi ini masing-masing berada pada level 77,35 dolar AS per barel dan 78,13 dolar AS per barel.
Saham-saham di BEI yang menarik untuk dicermati hari ini antara lain ASII, MYOR, UNVR, BYAN, BUMI, GGRM, AUTO, BMRI, BBRI, SMAR dan TLKM. (http://www.vibiznews.com/mla)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
