Air PAM Kembali Mengalir, Tapi Bau  

Tim Liputan 6 SCTV
10/05/2010 11:59
Liputan6.com, Jakarta: Meski air PAM sudah kembali mengalir, Senin (10/5), sebagian warga mengeluhkan kotornya air sehingga tidak bisa dipakai. Di Kelurahan Rawa Bada Utara Koja, Jakarta Utara, misalnya. Tak hanya kotor, warga juga mengeluhkan air PAM yang sangat bau. Akibatnya, warga masih harus membeli air bersih dengan harga Rp 2.000 hingga Rp 3.000.

Ini bukan kali pertama di Jakut. Pada 2007 lalu, warga Jakut juga pernah mengalami krisis air bersih yang sempat menyebabkan ratusan warga terserang diare.

Sementara di wilayah Jakarta Timur, meski air PAM sudah mengalir, masih banyak warga yang takut menggunakannya untuk memasak. Sebab, air yang keluar terlihat keruh dan mengeluarkan bau kaporit cukup menyengat. Para pelanggan air PAM memilih menggunakan air isi ulang untuk minum serta memasak [baca: Air PAM Jakarta Berbau Tak Sedap].

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan hari ini warga Ibu Kota, pengguna air PAM, sudah bisa kembali menikmati aliran air. Tapi kenyataannya, air masih belum bisa digunakan semestinya [baca: Fauzi Bowo: Senin Besok Pasokan Air Normal Lagi].

Sementara menunggu janji pihak Aetra sebagai penyuplai air, warga berharap ada perbaikan kualitas air setelah air mengalir kembali. Sebab, warga tak memiliki air tanah yang bagus di tempat tinggal mereka dan hanya bergantung pada air PAM.(BOG)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
idxxx | iw.kanxxx@yaxxx.com| 2010-05-10 16:00:15
kota yang sebesar jakarta

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler