Banjir Merendam Desa Nangka Sampit  

22/03/2010 14:42
Liputan6.com, Sampit: Sepekan terakhir banjir setinggi tiga meter meredam Desa Nangka, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Akibatnya, 100 keluarga terpaksa tidur di atas langit-langit rumah.

Banjir yang merendam Desa Nangka itu disebabkan meluapnya aliran Sungai Sampit, anak Sungai Mentaya. Kodisi itu diperparah dengan tingginya curah hujan dalan beberapa hari terakhir. Upaya menghindari banjir dengan membuat rumah panggung tidak mampu mengantisipasi banjir akibat luapan sungai Sampit.

Menurut Midan, salah seorang warga, banjir yang terjadi setiap tahun itu membuat warga membangun rumah panggung, namun banjir parah yang terjadi kali ini membuat bagian dalam rumah panggung juga ikut terendam.

Ia mengungkapkan, sudah sepekan terakhir warga desa bertahan hidup dengan bantuan bahan makanan dari kecamatan. "Saat ini ketinggian air sudah mulai menurun, namun masih merendam sebagian rumah warga," katanya Senin (22/3).

Akibat rendaman banjir itu, sejumlah warga mulai terserang penyakit diare, gatal-gatal dan kekurangan air bersih. Masyarakat setempat bermata pencarian sebagai nelayan sungai, petani keramba dan kebun sangat mengharapkan adanya bantuan lebih dari pemerintah daerah.(ADO/Ant)



adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler