PR Besar PDIP Pilih Koalisi atau Oposisi
Zumrotul Muslimin21/03/2010 23:36
Liputan6.com, Bandung: Wacana pilihan berkoalisi dengan pemerintahan atau beroposisi merupakan pekerjaan rumah bagi seluruh warga Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan tidak dijadikan sebuah perpecahan. "Wacana koalisi ataupun oposisi jangan dijadikan perpecahan justru harus dijadikan sebuah proses kedewasaan PDIP khususnya dalam menghadapi 2014," ujar Ketua DPD PDIP Jawa Barat Rudi Harsa Tanaya di Bandung, Ahd (21/3).
Dalam kongres April mendatang, lanjutnya, pembahasan terkait dua pilihan ini akan dikupas tuntas sehingga diharapkan hasil yang terbaik dapat menjadikan PDIP sebagai partai yang selalu membela kepentingan rakyat. "Kita tidak harus berpikir hitam atau putih, mana yang paling benar, beroposisi atau berkoalisi namun yang paling penting menurut Jawa Barat adalah bagaimana partai wong cilik membela kepentingan rakyat," tuturnya.
Tidak hanya itu, lanjut Rudi, program yang telah dan akan dilakukan PDIP harus terasa masyarakat Indonesia karena itu adalah tujuan utama partai. "Sikap PDIP dalam kasus Bank Century salah satu contoh dalam membela rakyat dan keputusan partai yang terbaik untuk membela rakyat kecil," tegasnya.
Munculnya wacana berkoalisi dengan pemerintahan berasal dari Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufik Kiemas sejak beberapa waktu lalu padahal sikap Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri lebih pada sebagai penyeimbang kebijakan pemerintahan atau oposisi. Rencananya pembahasan koalisi atau oposisi ini dilakukan di Kongres PDIP pada April 2010 yang akan dihadiri seluruh pengurus daerah se-Indonesia.(JUM/Ant)
Dalam kongres April mendatang, lanjutnya, pembahasan terkait dua pilihan ini akan dikupas tuntas sehingga diharapkan hasil yang terbaik dapat menjadikan PDIP sebagai partai yang selalu membela kepentingan rakyat. "Kita tidak harus berpikir hitam atau putih, mana yang paling benar, beroposisi atau berkoalisi namun yang paling penting menurut Jawa Barat adalah bagaimana partai wong cilik membela kepentingan rakyat," tuturnya.
Tidak hanya itu, lanjut Rudi, program yang telah dan akan dilakukan PDIP harus terasa masyarakat Indonesia karena itu adalah tujuan utama partai. "Sikap PDIP dalam kasus Bank Century salah satu contoh dalam membela rakyat dan keputusan partai yang terbaik untuk membela rakyat kecil," tegasnya.
Munculnya wacana berkoalisi dengan pemerintahan berasal dari Dewan Pertimbangan Pusat PDIP Taufik Kiemas sejak beberapa waktu lalu padahal sikap Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri lebih pada sebagai penyeimbang kebijakan pemerintahan atau oposisi. Rencananya pembahasan koalisi atau oposisi ini dilakukan di Kongres PDIP pada April 2010 yang akan dihadiri seluruh pengurus daerah se-Indonesia.(JUM/Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
