Pendekar Silat Berseteru, Warga Jadi Korban
Danang Sumirat21/03/2010 18:52
Liputan6.com, Tulungagung: Malangnya nasib Sukiman, warga Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Ia terpaksa menjalani
perawatan intensif di ruang rawat darurat Rumah Sakit Dokter Iskak setelah terkena lemparan bom molotov dari orang tak dikenal, Ahad (21/3) dini hari.
Tangan dan kedua kaki Sukiman terkena luka bakar serius hingga tak bisa lagi digerakkan. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian menemukan serpihan-serpihan bom molotov dari botol bensin yang sengaja dilempar ke arah rumah korban. Kaca rumah pecah dan tembok menghitam bekas terbakar.
Anak pertama korban menduga, aksi ini dipicu perseteruan perguruan silat Setia Hati dan Pagar Nusa yang terjadi sejak Januari lalu. Waktu itu, anak bungsu Sukiman terlibat perseteruan dengan murid Pagar Nusa. Sehingga aksi penyerangan ini diduga untuk melukai sang anak, namun salah sasaran mengenai orangtuanya.
Menurut warga, permusuhan antarpendekar perguruan silat Setia Hati dan Pagar Nusa di Kecamatan Bandung sudah sering terjadi. Pada 2009, tercatat tiga kali perseteruan yang mengakibatkan korban luka dari dua kubu. Selain Kecamatan Bandung, konflik seperti ini juga sering terjadi di Kecamatan Besuki. Warga berharap polisi bertindak tegas mengatasi konflik ini agar masyarakat tak lagi menjadi korban.
Kasus lemparan bom molotov itu kini masih dalam penyelidikan Reserse Kriminal Polsek Bandung. Kapolsek AKP Sukirno yang dihubungi melalui ponselnya enggan menanggapi kasus ini.(TES/YUS)
perawatan intensif di ruang rawat darurat Rumah Sakit Dokter Iskak setelah terkena lemparan bom molotov dari orang tak dikenal, Ahad (21/3) dini hari.
Tangan dan kedua kaki Sukiman terkena luka bakar serius hingga tak bisa lagi digerakkan. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian menemukan serpihan-serpihan bom molotov dari botol bensin yang sengaja dilempar ke arah rumah korban. Kaca rumah pecah dan tembok menghitam bekas terbakar.
Anak pertama korban menduga, aksi ini dipicu perseteruan perguruan silat Setia Hati dan Pagar Nusa yang terjadi sejak Januari lalu. Waktu itu, anak bungsu Sukiman terlibat perseteruan dengan murid Pagar Nusa. Sehingga aksi penyerangan ini diduga untuk melukai sang anak, namun salah sasaran mengenai orangtuanya.
Menurut warga, permusuhan antarpendekar perguruan silat Setia Hati dan Pagar Nusa di Kecamatan Bandung sudah sering terjadi. Pada 2009, tercatat tiga kali perseteruan yang mengakibatkan korban luka dari dua kubu. Selain Kecamatan Bandung, konflik seperti ini juga sering terjadi di Kecamatan Besuki. Warga berharap polisi bertindak tegas mengatasi konflik ini agar masyarakat tak lagi menjadi korban.
Kasus lemparan bom molotov itu kini masih dalam penyelidikan Reserse Kriminal Polsek Bandung. Kapolsek AKP Sukirno yang dihubungi melalui ponselnya enggan menanggapi kasus ini.(TES/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
