Banjir Rendam Kawasan Muara Teweh
Aribowo Suprayogi21/03/2010 14:14
Liputan6.com, Jakarta : Puluhan rumah di sejumlah kawasan pemukiman penduduk di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara-Kalimantan Tengah (Kalteng), terendam banjir akibat hujan lebat dan meluapnya Sungai Bengaris (anak Sungai Barito). Banjir merendam rumah warga dari pagi hingga siang dan berlangsung selama enam jam. Hujan lebat yang melanda wilayah kabupaten pedalaman Sungai Barito itu terjadi Minggu (21/3) dinihari sejak pukul 01.00 WIB hingga siang hari akibatnya Sungai Bengaris meluap dan melandasejumlah pemukiman penduduk di dataran rendah.
Kawasan pemukiman yang terendam banjir itu di antaranya Jalan Ronggolawe, Jalan Simpang Pramuka, dan komplek perumahan Mekar Indah Jalan Wira Praja Muara Teweh. Ketiga kawasan pemukiman ini berada di sekitar Sungai Bengaris, sehingga jika hujan lebat dalam cukup lama terendam banjir.
Banjir membuat aktivitas warga terganggu, karena rumah sebagian besar terendam air. Banjir ini akan parah dan lebih lama jika Sungai Barito naik, namun saat hujan turun, sungai yang wilayah hulunya di Kalteng dan bermuara di laut Jawa wilayah Kalimantan Selatan itu debit airnya tidak naik.
Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandara Beringin Muara Teweh, Sunardi mengatakan berdasarkan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga tanggal 22 Maret 2010 sebagian besar wilayah Kalimantan khususnya wilayah Selatan dan Barat berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Meski wilayah Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya berada di wilayah utara Kalteng, tidak termasuk dalam peringatan dini, namun curah hujan tetap diperkirakan di atas normal.(Ant)
Kawasan pemukiman yang terendam banjir itu di antaranya Jalan Ronggolawe, Jalan Simpang Pramuka, dan komplek perumahan Mekar Indah Jalan Wira Praja Muara Teweh. Ketiga kawasan pemukiman ini berada di sekitar Sungai Bengaris, sehingga jika hujan lebat dalam cukup lama terendam banjir.
Banjir membuat aktivitas warga terganggu, karena rumah sebagian besar terendam air. Banjir ini akan parah dan lebih lama jika Sungai Barito naik, namun saat hujan turun, sungai yang wilayah hulunya di Kalteng dan bermuara di laut Jawa wilayah Kalimantan Selatan itu debit airnya tidak naik.
Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Bandara Beringin Muara Teweh, Sunardi mengatakan berdasarkan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga tanggal 22 Maret 2010 sebagian besar wilayah Kalimantan khususnya wilayah Selatan dan Barat berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Meski wilayah Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya berada di wilayah utara Kalteng, tidak termasuk dalam peringatan dini, namun curah hujan tetap diperkirakan di atas normal.(Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
