Diplomat Internasional Sepakati Perundingan Palestina-Israel
Addy Hasan20/03/2010 18:07
Liputan6.com, Moskow: Dalam pertemuan, antara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, dan Menlu Rusia Sergei Lavrov, di Moskow, Rusia, para diplomat internasional menyerukan, agar Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan. Demikian dirilis situs Associated Press, Jumat (19/3).
Para diplomat ini, menyepakati pendirian negara Palestina merdeka dalam waktu dua tahun, serta mengutuk keras rencana Israel menambah pemukiman Yahudi di wilayah Yerusalem timur. Namun, mereka tidak mengeluarkan rekomendasi lebih nyata, atas kesewenangan negara zionis tersebut.
Pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, disepakati, Amerika Serikat akan menjadi penengah, dalam perundingan dua negara yang bersengketa. Menlu Hillary Clinton, dalam jumpa pers mengatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu siap menjawab kritikan dan bekerjasama dengan AS.
Hillary berharap, dapat bertemu PM Netanyahu di Washington pekan depan. Sedangkan Menlu Lavrov berpendapat, Israel dan Palestina harus melakukan perundingan perdamaian tidak langsung dengan AS, kemudian menyampaikan pandangan setiap pihak, yang diikuti perundingan damai membahas negosiasi. Sayangnya, hingga kini, belum ada komentar dari juru bicara Perdana Menteri Israel, terkait rencana itu.(ARL)
Para diplomat ini, menyepakati pendirian negara Palestina merdeka dalam waktu dua tahun, serta mengutuk keras rencana Israel menambah pemukiman Yahudi di wilayah Yerusalem timur. Namun, mereka tidak mengeluarkan rekomendasi lebih nyata, atas kesewenangan negara zionis tersebut.
Pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, disepakati, Amerika Serikat akan menjadi penengah, dalam perundingan dua negara yang bersengketa. Menlu Hillary Clinton, dalam jumpa pers mengatakan, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu siap menjawab kritikan dan bekerjasama dengan AS.
Hillary berharap, dapat bertemu PM Netanyahu di Washington pekan depan. Sedangkan Menlu Lavrov berpendapat, Israel dan Palestina harus melakukan perundingan perdamaian tidak langsung dengan AS, kemudian menyampaikan pandangan setiap pihak, yang diikuti perundingan damai membahas negosiasi. Sayangnya, hingga kini, belum ada komentar dari juru bicara Perdana Menteri Israel, terkait rencana itu.(ARL)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
