Polisi Bubarkan Paksa Bentrokan Massa di Jayapura
Riyanto Nay20/03/2010 19:05
Liputan6.com, Jayapura: Setelah sejak kemarin sore berkumpul dan siap perang, dua kubu warga yang bentrok di Jayapura, Papua, yakni kubu Yoman dan kubu Kogoya, Sabtu (20/3) sore, akhirnya dibubarkan paksa oleh personil Brimob Polisi Daerah Papua. Tak terima dengan pembubaran paksa, massa dari kubu Yoman, melawan dan menyerang polisi. Namun, massa akhirnya mundur dan membubarkan diri, setelah polisi melepaskan tembakan peringatan.
Sambil pulang, massa kemudian merusak kampus Sekolah Tinggi Teologia Kotaraja, yang mereka lewati. Setelah dibubarkan, situasi di Jalan Jeruk Nipis, Kotaraja, Jayapura, normal kembali.
Sebelumnya, massa dari kubu Yoman terlibat bentrok dengan massa kubu Kogoya, dipicu perebutan kepimpinan di sebuah gereja, yang terletak sekitar 10 kilometer dari lokasi bentrokan, antara pejabat lama, Pendeta Sofyan Socratez Yoman, dan penggantinya Pendeta Perinus Kogoya. Sengketa itu muncul sejak 2003 lalu, tapi hingga kini, tak satupun pihak yang bersedia mengalah.
Sedangkan akibat bentrokan ini, menyebabkan tiga orang terluka parah, serta tiga sepeda motor hangus terbakar.(PAG/ARL)
Sambil pulang, massa kemudian merusak kampus Sekolah Tinggi Teologia Kotaraja, yang mereka lewati. Setelah dibubarkan, situasi di Jalan Jeruk Nipis, Kotaraja, Jayapura, normal kembali.
Sebelumnya, massa dari kubu Yoman terlibat bentrok dengan massa kubu Kogoya, dipicu perebutan kepimpinan di sebuah gereja, yang terletak sekitar 10 kilometer dari lokasi bentrokan, antara pejabat lama, Pendeta Sofyan Socratez Yoman, dan penggantinya Pendeta Perinus Kogoya. Sengketa itu muncul sejak 2003 lalu, tapi hingga kini, tak satupun pihak yang bersedia mengalah.
Sedangkan akibat bentrokan ini, menyebabkan tiga orang terluka parah, serta tiga sepeda motor hangus terbakar.(PAG/ARL)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
