Abrasi Kian Parah, Sejuta Bakau Ditanam
Budi Harto dan Agus Bambang20/03/2010 11:07
Liputan6.com, Pekalongan: Kondisi pantai di perairan Indonesia kian mengkhawatirkan karena abrasi yang kian parah dan terus mengancam daratan. Penyebabnya tidak lain lantaran rusaknya enam juta hektare lebih hutan mangrove di sepanjang bantaran laut di Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad saat memantau kondisi pantai dan hutan mangrove di pesisir laut utara Jawa Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (20/3).
Fadel mengatakan, dari total 9,36 juta hektare hutan bakau yang ada, 70 persen lebih di antaranya rusak dan mati. Rusaknya mangrove sebagian besar karena ulah manusia yang mengalihfungsikan hutan bakau menjadi tambak dan permukiman warga.
Satu-satunya cara mengatasi abrasi, lanjut Fadel, adalah dengan menghidupkan kembali hutan mangrove. Seperti yang dilakukan di Kota Pekalongan, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan sejuta pohon mangrove. Dengan melibatkan 1.500 warga, pohon mangrove ditanam di sepanjang pantai. Fadel menyatakan telah
mempersiapkan 10 juta lebih pohon mangrove siap tanam.(YNI/YUS)
Hal tersebut diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad saat memantau kondisi pantai dan hutan mangrove di pesisir laut utara Jawa Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (20/3).
Fadel mengatakan, dari total 9,36 juta hektare hutan bakau yang ada, 70 persen lebih di antaranya rusak dan mati. Rusaknya mangrove sebagian besar karena ulah manusia yang mengalihfungsikan hutan bakau menjadi tambak dan permukiman warga.
Satu-satunya cara mengatasi abrasi, lanjut Fadel, adalah dengan menghidupkan kembali hutan mangrove. Seperti yang dilakukan di Kota Pekalongan, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan sejuta pohon mangrove. Dengan melibatkan 1.500 warga, pohon mangrove ditanam di sepanjang pantai. Fadel menyatakan telah
mempersiapkan 10 juta lebih pohon mangrove siap tanam.(YNI/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
