Ebet Kadarusman Tutup Usia
Yeni Mardiana20/03/2010 09:36
Liputan6.com, Bandung: Presenter kondang Ebet Kadarusman menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/3), pukul 05.00 WIB. Ia meninggal setelah mengalami stroke dan pendarahan di otak kecil. Rencananya Almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Ciburani, Bandung, sore ini.
Ebet menderita stroke sejak 2002. Artis yang sangat dikenal pada era 1990-an ini sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta dan terakhir di RSHS Bandung. Dalam delapan bulan terakhir, kondisi mantan penyiar radio di Australia ini sudah terganggu akibat stroke yang dideritanya. Dan Ahad silam, kondisinya memburuk bahkan koma.
Direktur Utama RSHS dokter H.M. Rizal Chaidar, menjelaskan Ebet mengalami stroke berulang untuk kali ketiga. Dokter tidak berencana mengoperasi Ebet melainkan hanya cara konservatif seperti pemberian obat antristoke melalui selang infus.
Pria berusia 74 tahun ini merupakan pembawa acara dan penyanyi kondang Indonesia yang pernah berkarier sebagai penyiar radio di Australia. Berkat karya dan jasa-jasanya di bidang seni, pria Sunda yang dikenal dengan nama Kang Ebet ini pernah mendapat penghargaan doktor honoris causa dari sebuah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Ia meninggalkan dua orang istri dan satu orang anak.(YUS)
Ebet menderita stroke sejak 2002. Artis yang sangat dikenal pada era 1990-an ini sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta dan terakhir di RSHS Bandung. Dalam delapan bulan terakhir, kondisi mantan penyiar radio di Australia ini sudah terganggu akibat stroke yang dideritanya. Dan Ahad silam, kondisinya memburuk bahkan koma.
Direktur Utama RSHS dokter H.M. Rizal Chaidar, menjelaskan Ebet mengalami stroke berulang untuk kali ketiga. Dokter tidak berencana mengoperasi Ebet melainkan hanya cara konservatif seperti pemberian obat antristoke melalui selang infus.
Pria berusia 74 tahun ini merupakan pembawa acara dan penyanyi kondang Indonesia yang pernah berkarier sebagai penyiar radio di Australia. Berkat karya dan jasa-jasanya di bidang seni, pria Sunda yang dikenal dengan nama Kang Ebet ini pernah mendapat penghargaan doktor honoris causa dari sebuah perguruan tinggi negeri di Indonesia. Ia meninggalkan dua orang istri dan satu orang anak.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
