Mantan Wapres Iran Dipenjara
Addy Hasan19/03/2010 20:45
Liputan6.com, Teheran: Aktivis oposisi Iran kembali diganjar hukuman penjara. Kali ini mantan Wakil Presiden Negeri Mullah, Hossein Marashi divonis satu tahun penjara oleh pengadilan setempat atas tuduhan melawan pemerintahan yang sah. Demikian dirilis Associated Press, Jumat (19/3).
Seorang kerabat dekat Marashi yang tidak ingin diidentifikasi menyebutkan mantan wakil presiden periode 1997 hingga 2005 didakwa bersalah menyebarkan propaganda melawan pemerintahan ulama pascasengketa Pemilihan Umum Presiden Iran November lalu. Dalam persidangan Rabu sebelumnya, Pengadilan melarang Marashi aktif dalam kegiatan politik selama seumur hidup.
Marashi merupakan wakil presiden era pemerintahan Mohammad Khatami. Kemudian, ia menjadi juru bicara partai liberal, Kargozaran.
Pemerintah Iran berulang kali menahan dan memenjarakan beberapa tokoh oposisi, Sabtu lalu beberapa akitivis ditangkap pihak berwenang atas tuduhan melakukan pengkhianatan terhadap pemerintah melalui internet [baca: Dituduh Lakukan Kejahatan Internet, Puluhan Orang Ditangkap].(ADD/ANS)
Seorang kerabat dekat Marashi yang tidak ingin diidentifikasi menyebutkan mantan wakil presiden periode 1997 hingga 2005 didakwa bersalah menyebarkan propaganda melawan pemerintahan ulama pascasengketa Pemilihan Umum Presiden Iran November lalu. Dalam persidangan Rabu sebelumnya, Pengadilan melarang Marashi aktif dalam kegiatan politik selama seumur hidup.
Marashi merupakan wakil presiden era pemerintahan Mohammad Khatami. Kemudian, ia menjadi juru bicara partai liberal, Kargozaran.
Pemerintah Iran berulang kali menahan dan memenjarakan beberapa tokoh oposisi, Sabtu lalu beberapa akitivis ditangkap pihak berwenang atas tuduhan melakukan pengkhianatan terhadap pemerintah melalui internet [baca: Dituduh Lakukan Kejahatan Internet, Puluhan Orang Ditangkap].(ADD/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
