Selesaikan Perselisihan, Netanyahu-Hillary Sepakat Bertemu  

Restia Juwita
19/03/2010 17:44
Liputan6.com, Jerusalem: Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berharap menyelesaikan perselisihannya dengan Amerika Serikat. Ia sepakat akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton pekan depan di Washington DC. Demikian dilansir Associated Press, Jumat (19/3).

George Mitchell, utusan khusus administrasi Obama untuk perdamaian Timur Tengah, siap kembali ke Timur Tengah untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Israel dan Palestina. Kemarin, Netanyahu telah menelepon Hillary. Namun juru bicara Departemen Luar Negeri AS P.J. Crowley menolak memberikan rincian pembicaraan. Terutama, menggambarkan tanggapan PM Israel atas panggilan Hillary pekan lalu di mana ia mengkritik keras pengumuman Israel membangun permukiman Yahudi di timur Jerusalem.

"Mereka membicarakan tindakan spesifik yang mungkin diambil untuk meningkatkan kemajuan untuk menuju perdamaian," demikian pernyataan tertulis Deplu AS. Crowley mengatakan, pejabat AS akan meninjau tanggapan Netanyahu dan melanjutkan diskusi dengan kedua belah pihak untuk menjaga jarak pembicaraan agar bergerak ke depan.

Sementara di kantornya, Netanyahu menjelaskan kebijakan Israel dengan menghubungi Hillary dan mengusulkan "membangun langkah saling percaya" oleh Israel dan Otoritas Palestina di Tepi Barat.

Netanyahu direncanakan berada di Washington pekan depan untuk pertemuan tahunan pertama lobi pro-Israel, Komite Urusan Publik Israel-Amerika. Hillary sendiri dijadwalkan berbicara di depan komite pada Senin pekan depan. Crowley juga menambahkan George Mitchell akan terbang ke Timur Tengah pekan ini dan mengadakan pembicaraan terpisah dengan Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

AS menginginkan Israel mengkaji ulang rencana membangun permukiman Yahudi di tanah yang diklaim milik Palestina. Dalam komentar publik kemarin di Moskow, Rusia, tentang pembicaraan berbagai isu internasional, Hillary tampaknya mencoba menenangkan hubungan antara AS dengan Israel. Ia mengatakan Amerika tidak mengubah pendekatan untuk mendukung proses perdamaian Israel-Palestina [baca: AS "Ngotot" Israel Batalkan Proyek Permukiman].

Hillary yang pekan lalu mengecam rencana Israel menyampaikan, "Tujuan kami tetap sama. Ini adalah peluncuran kembali perundingan antara Israel dan Palestina di jalur yang akan mengarah pada solusi dua-negara. Tidak ada yang terjadi bahwa dengan cara apa pun dapat mempengaruhi komitmen kami untuk mencapai itu."(RST/ANS)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler