AS-Rusia Belum Tandatangani Kesepakatan Nuklir  

Restia Juwita
19/03/2010 11:52
Liputan6.com, Moskow: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat dan Rusia gagal mencapai kesepakatan dalam perjanjian baru mengenai perlucutan senjata nuklir. Kedua belah pihak akan melanjutkan pembicaraan ke arah penandatanganan kesepakatan baru sebelum KTT Keamanan Nuklir yang akan diselenggarakan bulan depan di Washington.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Moskow Kamis (18/3) bertukar pandangan mengenai perjanjian baru seputar perlucutan senjata baru yang akan menggantikan perjanjian pengurangan senjata strategis atau START-1 tahun 1991, yang berakhir Desember lalu.

Setelah pertemuan tersebut, kepada dua menteri mengatakan kepada wartawan bahwa mereka akan segera menutup kesepakatan. Tapi mereka tidak menentukan kapan akan menandatangani perjanjian baru. Clinton mengatakan sangat penting untuk dua negara tersebut memikul tanggung jawab non-proliferasi nuklir.

Pihak dari AS pun telah berharap untuk menandatangani perjanjian itu sebelum KTT Keamanan Nuklir berlangsung sebagai isyarat tekad untuk bergerak ke arah dunia bebas senjata nuklir.

Rusia sendiri sangat menuntut bahwa perjanjian baru juga mencakup pembatasan penyebaran senjata setelah rencana AS untuk basis sistem pertahanan peluru kendali di Rumania muncul.(NHK/YUS)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda
prof.juminxxx | xxx@xxx.| 2010-03-19 14:27:42
atur aj dh yg oenting nyaman damai...diajak tentrem aj kok angel
prof.juminxxx | andrenaxxx@ymxxx.com| 2010-03-19 14:25:59
kesepakatan tanda tangan di bicarakan dulu, keamananya bgmn? di amanin pake nuklir atau tak terkendali plurunya hehhehhh

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler