Uang Raib Usai Menelepon "Call Center" Palsu
Teguh Hadi Prayitno19/03/2010 08:42
Liputan6.com, Semarang: Seorang perempuan di Kota Semarang, Jawa Tengah, menjadi korban pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Erlita Dewi Kristiana, warga
Watuwila IV, Perum Bukit Permata Puri, Kelurahan Ngalian, Semarang, mengaku kehilangan Rp 5,45 juta setelah menghubungi nomor telepon call center palsu yang
tertempel di ATM Bank BNI.
Kejadian bermula saat kartu ATM Erlita macet saat hendak mengambil uang di depan swalayan Sarinah, Ngalian. Disaat kebingungan, muncul seorang lelaki yang menganjurkan menelepon call center. Melalui telepon, seorang lelaki yang mengaku petugas bank memandu serangkaian prosedur yang berujung pada malapetaka.
Hingga Jumat (19/3), polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum dapat menemukan tersangka. Kasus ini merupakan yang sekian kali terjadi di Semarang, Jateng.(WIL/YUS)
Watuwila IV, Perum Bukit Permata Puri, Kelurahan Ngalian, Semarang, mengaku kehilangan Rp 5,45 juta setelah menghubungi nomor telepon call center palsu yang
tertempel di ATM Bank BNI.
Kejadian bermula saat kartu ATM Erlita macet saat hendak mengambil uang di depan swalayan Sarinah, Ngalian. Disaat kebingungan, muncul seorang lelaki yang menganjurkan menelepon call center. Melalui telepon, seorang lelaki yang mengaku petugas bank memandu serangkaian prosedur yang berujung pada malapetaka.
Hingga Jumat (19/3), polisi masih menyelidiki kasus ini dan belum dapat menemukan tersangka. Kasus ini merupakan yang sekian kali terjadi di Semarang, Jateng.(WIL/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
