Keluarga Korban Gempa Gugat Pemerintah Cile
Addy Hasan18/03/2010 23:06
Liputan6.com, Santiago: Kasus pembatalan peringatan tsunami oleh pihak berwenang setempat berbuntut panjang. Anggota keluarga dari dua korban tewas mengajukan gugatan terhadap pemerintah Cile, karena dianggap lalai melindungi warga dari terjangan tsunami akibat gempa besar bulan lalu. Demikian rilis NHK, Kamis (18/3).
Seorang pria yang tidak ingin diidentifikasi namanya mengatakan telah kehilangan istri dan adik iparnya saat disapu gelombang tinggi di desanya di pantai Dichato. Lelaki malang tersebut mengatakan sesaat gempa terjadi ia dan keluarganya melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Namun akhirnya kembali ke rumah setelah mendengar pernyataan tidak ada bahaya tsunami yang disiarkan radio pemerintah. Akhirnya, istri dan adik iparnya tenggelam saat tsunami melanda beberapa saat kemudian. Desa Dichato dihantam tsunami setinggi tujuh meter sesaat gempa berkekuatan 8,8 SR terjadi 27 Februari lalu. Hingga kini korban tewas mencapai 500 orang dan 200 orang lainnya hilang.
Kepada wartawan penggugat meminta pertanggungjawaban pemerintah dan menginginkan penyidikan lebih lanjut guna mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas kematian anggota keluarga mereka. Sementara Pemerintah Cile mengakui kemungkinan adanya kesalahan pihak berwenang yang bertugas mengeluarkan peringatan tsunami. Saat ini, pengadilan Cile tengah menyelidiki penyebab pembatalan peringatan tsunami [baca: Pengadilan Cile Selidiki Pembatalan Peringatan Tsunami]. (AYB)
Seorang pria yang tidak ingin diidentifikasi namanya mengatakan telah kehilangan istri dan adik iparnya saat disapu gelombang tinggi di desanya di pantai Dichato. Lelaki malang tersebut mengatakan sesaat gempa terjadi ia dan keluarganya melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.
Namun akhirnya kembali ke rumah setelah mendengar pernyataan tidak ada bahaya tsunami yang disiarkan radio pemerintah. Akhirnya, istri dan adik iparnya tenggelam saat tsunami melanda beberapa saat kemudian. Desa Dichato dihantam tsunami setinggi tujuh meter sesaat gempa berkekuatan 8,8 SR terjadi 27 Februari lalu. Hingga kini korban tewas mencapai 500 orang dan 200 orang lainnya hilang.
Kepada wartawan penggugat meminta pertanggungjawaban pemerintah dan menginginkan penyidikan lebih lanjut guna mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas kematian anggota keluarga mereka. Sementara Pemerintah Cile mengakui kemungkinan adanya kesalahan pihak berwenang yang bertugas mengeluarkan peringatan tsunami. Saat ini, pengadilan Cile tengah menyelidiki penyebab pembatalan peringatan tsunami [baca: Pengadilan Cile Selidiki Pembatalan Peringatan Tsunami]. (AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
