Banjir Rendam Sejumlah Desa di Jombang dan Tulungagung
Bambang Ronggo dan Danang Sumirat18/03/2010 22:26
Liputan6.com, Jombang: Hujan deras selama sekitar empat jam merendam 25 hektare sawah, rumah-rumah, ruas jalan, dan sekolah, di Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur, Kamis (18/3). Akibatnya, kegiatan warga dan aktivitas belajar mengajar di sekolah itu terganggu. Dan petani setempat menanggung kerugian hingga ratusan jutaan rupiah. Selain Kecamatan Perak, banjir juga melanda beberapa desa di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo.
Keadaan tak jauh beda juga terjadi di Tulungagung, Jatim. Sedikitnya 60 hektare tanaman padi siap panen di Desa Mojoarum dan Sidomulyo, Kecamatan Gondang, rusak terendam banjir. Petani yang tidak ingin mengalami kerugian lebih besar terpaksa melakukan panen lebih awal. Bahkan, para petani harus menggunakan perahu dari batang pisang untuk membawa hasil panen ke daratan.
Banjir di Kecamatan Gondang dipicu hujan yang mengguyur selama dua hari berturut-turut sehingga membuat Sungai Kiping meluap. Warga berharap pemerintah mengeruk sungai dan memperbaiki saluran irigasi sehingga warga tidak lagi dihantui musibah banjir.(BJK/SHA)
Keadaan tak jauh beda juga terjadi di Tulungagung, Jatim. Sedikitnya 60 hektare tanaman padi siap panen di Desa Mojoarum dan Sidomulyo, Kecamatan Gondang, rusak terendam banjir. Petani yang tidak ingin mengalami kerugian lebih besar terpaksa melakukan panen lebih awal. Bahkan, para petani harus menggunakan perahu dari batang pisang untuk membawa hasil panen ke daratan.
Banjir di Kecamatan Gondang dipicu hujan yang mengguyur selama dua hari berturut-turut sehingga membuat Sungai Kiping meluap. Warga berharap pemerintah mengeruk sungai dan memperbaiki saluran irigasi sehingga warga tidak lagi dihantui musibah banjir.(BJK/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
