Sadis, Ayah Injak dan Kubur Bayi Hidup-Hidup
Mardianto18/03/2010 21:51
Liputan6.com, Cilacap: Seorang ayah tega membunuh anak kandungnya sendiri yang masih berumur enam hari, di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bayi merah ini dicuri dari rumah saat sang ibu bayi tengah terlelap tidur di sampingnya. Tersangka mengaku membunuh dengan menginjak kepala sang bayi dan menendang pipi kirinya, lalu menguburnya hidup-hidup.
Awalnya Fitriana, ibu kandung bayi itu menuturkan, bayinya tiba-tiba hilang usai dinina-bobokan setelah diberikan ASI. Kebetulan saat itu Fitriana juga tertidur. Ketika bangun, ia terkejut tidak menemukan bayinya di sampingnya. Dengan panik, Fitriana mulai mencari bayinya ke setiap sudut rumah. Putus asa tak bisa menemukannya, ia mengadukan hal itu ke ibunya, hingga akhirnya seluruh anggota keluarga mencari bayinya.
Setelah pencarian tak membuahkan hasil, mereka semua menginterogasi Asep, suami Fitriana. Setelah didesak Asep pun mengaku telah mengubur bayinya di seberang Sungai Cikawung, yang berjarak 300 meter dari rumahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi yang dimaksud, jasad sang bayi ditemukan.
Kepada wartawan, Asep mengaku tidak sadar ketika membunuh bayinya. Ia menggendong tanpa sadar, dan kembali tersadar ketika bayinya sudah dikubur. Saat ini jajaran Kepolisian Cilacap, Jawa Tengah, masih melakukan penyidikan kasus ini. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah dilakukan.
Namun motif dan penyebab perbuatan pelaku belum diketahui secara pasti. Melihat pembunuhan bayi tersebut dilakukan dengan cara yang keji, kuat dugaan, tersangka mengalami gangguan kejiwaan. Polisi telah memeriksa terhadap sejumlah saksi, dan akan melakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka ke psikiater, untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka.(PAG/AYB)
Awalnya Fitriana, ibu kandung bayi itu menuturkan, bayinya tiba-tiba hilang usai dinina-bobokan setelah diberikan ASI. Kebetulan saat itu Fitriana juga tertidur. Ketika bangun, ia terkejut tidak menemukan bayinya di sampingnya. Dengan panik, Fitriana mulai mencari bayinya ke setiap sudut rumah. Putus asa tak bisa menemukannya, ia mengadukan hal itu ke ibunya, hingga akhirnya seluruh anggota keluarga mencari bayinya.
Setelah pencarian tak membuahkan hasil, mereka semua menginterogasi Asep, suami Fitriana. Setelah didesak Asep pun mengaku telah mengubur bayinya di seberang Sungai Cikawung, yang berjarak 300 meter dari rumahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi yang dimaksud, jasad sang bayi ditemukan.
Kepada wartawan, Asep mengaku tidak sadar ketika membunuh bayinya. Ia menggendong tanpa sadar, dan kembali tersadar ketika bayinya sudah dikubur. Saat ini jajaran Kepolisian Cilacap, Jawa Tengah, masih melakukan penyidikan kasus ini. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah dilakukan.
Namun motif dan penyebab perbuatan pelaku belum diketahui secara pasti. Melihat pembunuhan bayi tersebut dilakukan dengan cara yang keji, kuat dugaan, tersangka mengalami gangguan kejiwaan. Polisi telah memeriksa terhadap sejumlah saksi, dan akan melakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka ke psikiater, untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka.(PAG/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
