Diterjang Hujan Tak Henti, Perbukitan Madiun Longsor
Dirgo Suyono18/03/2010 21:59
Liputan6.com, Madiun: Setelah diterjang hujan deras selama tiga hari berturut-turut, sejumlah wilayah di Madiun, Jawa Timur, khususnya di daerah perbukitan longsor. Dari pantauan SCTV, Kamis (18/3), sebanyak dua rumah dan puluhan hektar tanah pertanian rusak. Longsor terjadi di Desa Bodak, Kecamatan Kare, Madiun, Jatim. Beruntung longsor tidak memakan korban jiwa, sebab, saat kejadian, tidak ada satupun petani yang berada di lokasi.
Kendati demikian, peninggalan longsor sangat berbahaya. Pasalnya, sebagian tanah masih retak-retak. Keadaan tersebut bisa jadi bertambah parah jika hujan kembali turun sehingga longsor dapat kembali terjadi. Selain merusak tanah pertanian, longsor di Desa Bodak juga merusak rumah.
Salah satunya adalah rumah milik Wagiyo yang berada di atas bukit yang mengalami kerusakan di sisi kiri setelah tanah tebing di atasnya ambrol diterjang longsor. Selain rumah Wagiyo, rumah Sunardi yang berada di Dusun Jenggrik juga rusak. Kendati sudah dinyatakan rawan longsor, namun para korban tidak mau pindah atau mengungsi ke tempat lain yang lebih aman.(BJK/AYB)
Kendati demikian, peninggalan longsor sangat berbahaya. Pasalnya, sebagian tanah masih retak-retak. Keadaan tersebut bisa jadi bertambah parah jika hujan kembali turun sehingga longsor dapat kembali terjadi. Selain merusak tanah pertanian, longsor di Desa Bodak juga merusak rumah.
Salah satunya adalah rumah milik Wagiyo yang berada di atas bukit yang mengalami kerusakan di sisi kiri setelah tanah tebing di atasnya ambrol diterjang longsor. Selain rumah Wagiyo, rumah Sunardi yang berada di Dusun Jenggrik juga rusak. Kendati sudah dinyatakan rawan longsor, namun para korban tidak mau pindah atau mengungsi ke tempat lain yang lebih aman.(BJK/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
