Ideologi Keliru Ubah Mereka Jadi Mesin Pembunuh  

Wiwik Susilo
18/03/2010 17:40
Liputan6.com, Solo: Hingga Kamis (18/3), polisi terus memburu orang-orang yang diduga terlibat terorisme, seperti dua warga Solo, Jawa Tengah, Pandu Wicaksono dan Bayu Seno. Awalnya, merekamerupakan pria baik-baik. Karena memahami ideologi yang keliru, mereka pun menjadi mesin pembunuh yang mengerikan.

Selama ini, Pandu Wicaksono alias Abu Asma tinggal di kawasan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Namun sejak namanya termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) teroris Aceh, rumah itu dibiarkan kosong. Bahkan, istri dan dua anaknya juga tidak terlihat.

Warga di sekitar rumah Pandu terkejut. Maklum, selama ini mantan residivis itu dikenal warga yang sopan. Kenyataannya, ia menyimpan ambisi menakutkan dan mematikan.

Buronan teroris Aceh lain, Bayu Seno alias Tono alias Rahmad juga mengagetkan warga di sekitar tempat tinggalnya. Orangtua Bayu mengaku, sang anak adalah teman akrab Air Setiawan dan Eko Peyang, warga Purwosari yang tewas dalam penggrebekan teroris di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, November tahun lalu.

Kendati demikian, orangtua Bayu masih tidak percaya bahwa sang anak terlibat aksi terorisme.(BJK/SHA)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler