Jembatan Putus, Dua Tewas Hilang
Doni Martin18/03/2010 13:35
Liputan6.com, Garut: Sebanyak tiga orang dalam satu keluarga di Garut, Jawa Barat, terseret arus sungai yang meluap akibat hujan deras. Dua di antaranya ditemukan tewas, Kamis (18/3) dini hari, sedangkan satu orang lain hingga saat ini masih hilang. Ketiga korban terseret arus saat hendak melintasi jembatan bambu.
Dua jenazah ibu dan anak bungsu, Ai Yuningsih dan Eriansyah, kini disemayamkan di rumah duka di Kampung Timbang Hayu, Desa Situ Gede, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jabar. Kedua korban ditemukan warga sekitar 600 meter dari lokasi kejadian. Sementara anak pertama Ai bernama Erni masih belum ditemukan.
Menurut keterangan warga sekitar, jembatan bambu di Sungai Cijumungkung tiba-tiba ambruk saat ketiga korban menyebrang kemarin sore. Mereka pun jatuh dan terseret arus sungai yang saat itu mengalir deras karena diguyur hujan lebat. Warga menduga jembatan tidak kuat menahan beban. Hingga siang ini, sejumlah
warga dan petugas masih mencari satu korban lain di sekitar sungai.
Sementara itu, cuaca buruk juga menghancurkan puluhan rumah dan merusak ratusan lainnya di Kota Sungai Penuh, Kerinci, Jambi. Selain menghancurkan rumah,
banjir bandang juga merusak sejumlah ruas jalan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah [baca:
Banjir Bandang Hancurkan Puluhan Rumah].
Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, tiga warga terseret arus Sungai Wae Reno yang meluap. Seorang korban bernama Matildis Dawung berhasil ditemukan sementara dua lainnya masih hilang [baca: Tiga Warga Hilang Terseret Banjir di NTT].(WIL/YUS)
Dua jenazah ibu dan anak bungsu, Ai Yuningsih dan Eriansyah, kini disemayamkan di rumah duka di Kampung Timbang Hayu, Desa Situ Gede, Kecamatan Karangpawitan, Garut, Jabar. Kedua korban ditemukan warga sekitar 600 meter dari lokasi kejadian. Sementara anak pertama Ai bernama Erni masih belum ditemukan.
Menurut keterangan warga sekitar, jembatan bambu di Sungai Cijumungkung tiba-tiba ambruk saat ketiga korban menyebrang kemarin sore. Mereka pun jatuh dan terseret arus sungai yang saat itu mengalir deras karena diguyur hujan lebat. Warga menduga jembatan tidak kuat menahan beban. Hingga siang ini, sejumlah
warga dan petugas masih mencari satu korban lain di sekitar sungai.
Sementara itu, cuaca buruk juga menghancurkan puluhan rumah dan merusak ratusan lainnya di Kota Sungai Penuh, Kerinci, Jambi. Selain menghancurkan rumah,
banjir bandang juga merusak sejumlah ruas jalan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah [baca:
Banjir Bandang Hancurkan Puluhan Rumah].
Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, tiga warga terseret arus Sungai Wae Reno yang meluap. Seorang korban bernama Matildis Dawung berhasil ditemukan sementara dua lainnya masih hilang [baca: Tiga Warga Hilang Terseret Banjir di NTT].(WIL/YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
