Warga Miskin Berharap BLT Berjalan Kembali
Teguh Raharjo18/03/2010 09:23
Liputan6.com, Tangerang: Warga miskin penerima bantuan langsung tunai (BLT) mengharapkan pemerintah tetap melanjutkan program ini. Sebab BLT sangat membantu mereka menyambung hidup terutama untuk biaya makan dan membayar uang sekolah.
Contohnya Ibu Gomis di Tangerang, Banten. Kendati punya penghasilan Rp 700 ribu sebagai tukang cuci dan setrika, BLT sangat membantunya. Sebab setelah sang suami meninggal pada 15 tahun lalu, dia harus menghidupi sendiri kedua anaknya.
Harapan sama dilontarkan Ibu Suroh. Janda yang menumpang hidup pada anaknya ini sekarang tak bisa lagi berjualan nasi sejak terjatuh dari angkutan kota. Berapapun yang disalurkan pemerintah lewat BLT sangat berarti baginya.
Pemerintah sendiri kini sedang membahas mekanisme pemberian BLT. Namun seyogyanya masyarakat tak perlu menunggu lama hingga harus kehilangan haknya. Sebab sudah jelas tercantum dalam UUD 1945 bahwa fakir miskin dipelihara negara.(JUM)
Contohnya Ibu Gomis di Tangerang, Banten. Kendati punya penghasilan Rp 700 ribu sebagai tukang cuci dan setrika, BLT sangat membantunya. Sebab setelah sang suami meninggal pada 15 tahun lalu, dia harus menghidupi sendiri kedua anaknya.
Harapan sama dilontarkan Ibu Suroh. Janda yang menumpang hidup pada anaknya ini sekarang tak bisa lagi berjualan nasi sejak terjatuh dari angkutan kota. Berapapun yang disalurkan pemerintah lewat BLT sangat berarti baginya.
Pemerintah sendiri kini sedang membahas mekanisme pemberian BLT. Namun seyogyanya masyarakat tak perlu menunggu lama hingga harus kehilangan haknya. Sebab sudah jelas tercantum dalam UUD 1945 bahwa fakir miskin dipelihara negara.(JUM)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
