Protes Pemukiman Yahudi, Puluhan Orang Cedera
Tim Liputan6 SCTV17/03/2010 23:27
Liputan6.com, Yerusalem: Bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina terjadi lagi di Yerusalem Timur dan tepi barat, baru-baru ini. Ratusan warga Palestina membakar ban bekas dan tempat sampah, serta melempari polisi dengan batu. Aksi itu dibalas polisi antihuru-hara Israel dengan tembakan peluru karet dan gas air mata.
Protes juga berlangsung di jalur Gaza dan menyebabkan sekitar 25 orang terluka. Sedangkan 60 orang pengunjuk rasa ditangkap polisi Israel.
Protes dan kericuhan terjadi menyusul pengumuman pemerintah Israel mengenai rencana pembangunan 1.600 unit apartemen untuk warga Yahudi di Yerusalem Timur, pekan lalu. Pengumuman itu bertepatan dengan lawatan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke negara itu, untuk mendorong perundingan damai Israel-Palestina.
Pengumuman itu membuat Palestina marah dan mengancam mundur dari perundingan damai yang akan dimulai beberapa hari lagi. Bahkan, Amerika Serikat juga berang dan meminta Israel menghentikan proyek pembangunan itu. Sebaliknya, Menteri luar negeri Israel Avigdor Lieberman menegaskan, permintaan penghentian pembangunan 1.600 apartemen bagi warga Yahudi di Yerusalem Timur itu tidak beralasan dan menilai masalah itu akan segera mereda.
Pada akhirnya, masalah itu justru membuat perselisihan diplomatik antara Israel dan AS semakin tajam. Kemudian, AS membatalkan kunjungan Utusan Khusus Timur Tengahnya, George Mitchell, ke Israel, sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Israel mencaplok wilayah Yerusalem Timur sejak merebutnya dari Yordania dalam Perang Timur Tengah 1967. Komunitas internasional tidak mengakui penyerobotan yang dilakukan Israel dan menganggap permukiman Yahudi di Yerusalem Timur ilegal. Saat ini terdapat 180 ribu warga Yahudi hidup berdampingan dengan 250 ribu warga Palestina di Yerusalem Timur.(PAG/SHA)
Protes juga berlangsung di jalur Gaza dan menyebabkan sekitar 25 orang terluka. Sedangkan 60 orang pengunjuk rasa ditangkap polisi Israel.
Protes dan kericuhan terjadi menyusul pengumuman pemerintah Israel mengenai rencana pembangunan 1.600 unit apartemen untuk warga Yahudi di Yerusalem Timur, pekan lalu. Pengumuman itu bertepatan dengan lawatan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke negara itu, untuk mendorong perundingan damai Israel-Palestina.
Pengumuman itu membuat Palestina marah dan mengancam mundur dari perundingan damai yang akan dimulai beberapa hari lagi. Bahkan, Amerika Serikat juga berang dan meminta Israel menghentikan proyek pembangunan itu. Sebaliknya, Menteri luar negeri Israel Avigdor Lieberman menegaskan, permintaan penghentian pembangunan 1.600 apartemen bagi warga Yahudi di Yerusalem Timur itu tidak beralasan dan menilai masalah itu akan segera mereda.
Pada akhirnya, masalah itu justru membuat perselisihan diplomatik antara Israel dan AS semakin tajam. Kemudian, AS membatalkan kunjungan Utusan Khusus Timur Tengahnya, George Mitchell, ke Israel, sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Israel mencaplok wilayah Yerusalem Timur sejak merebutnya dari Yordania dalam Perang Timur Tengah 1967. Komunitas internasional tidak mengakui penyerobotan yang dilakukan Israel dan menganggap permukiman Yahudi di Yerusalem Timur ilegal. Saat ini terdapat 180 ribu warga Yahudi hidup berdampingan dengan 250 ribu warga Palestina di Yerusalem Timur.(PAG/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
