Sim Salabim, Ranting Kayu Jadi Patung
Yon Daryono dan Bagus Pradana17/03/2010 16:59
Liputan6.com, Magelang: Unik dan bernilai seni tinggi. Itulah ungkapan setiap orang ketika melihat kerajinan patung karya Rakmad. Dengan kreativitasnya, warga Grabag, Magelang, Jawa Tengah, itu mengolah ranting kayu menjadi patung.
Menurut Rakmad, ia mendapatkan ide pembuatan patung lantaran banyak ranting pohon klengkeng yang hanya dijadikan kayu bakar. Padahal, ranting-ranting itu memiliki tekstur yang unik, yaitu serat kulit kasar dan tidak mudah terkelupas apabila digergaji.
Teknis kreativitas itu, kata Rakmad, dimulai dengan memotong ranting kayu menjadi beberapa bagian. Dengan lem kayu, ranting disusun membentuk sosok manusia. Kulit kayu yang cukup tebal bisa dibuat menyerupai tubuh, sedangkan ranting kecil dibentuk menjadi kaki dan tangan.
Tips sederhananya, lem dicampur serbuk sisa potongan kayu agar merekat kuat. Agar terlihat lebih indah, patung diberi hiasan seperti biola atau sapu. Dan, sim salabim, jadilah patung manusia sedang bermain biola atau sedang menyapu.
Kreativitas pemuda lulusan sekolah menengah atas itu mengantarnya pada kesuksesan sebagai seniman sekaligus pengusaha. Dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu, pembeli bisa memborong patung-patung karyanya. Kini, pemasaran barang-barang kerajinan itu sudah meluas hingga Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan Bali.(OMI/SHA)
Menurut Rakmad, ia mendapatkan ide pembuatan patung lantaran banyak ranting pohon klengkeng yang hanya dijadikan kayu bakar. Padahal, ranting-ranting itu memiliki tekstur yang unik, yaitu serat kulit kasar dan tidak mudah terkelupas apabila digergaji.
Teknis kreativitas itu, kata Rakmad, dimulai dengan memotong ranting kayu menjadi beberapa bagian. Dengan lem kayu, ranting disusun membentuk sosok manusia. Kulit kayu yang cukup tebal bisa dibuat menyerupai tubuh, sedangkan ranting kecil dibentuk menjadi kaki dan tangan.
Tips sederhananya, lem dicampur serbuk sisa potongan kayu agar merekat kuat. Agar terlihat lebih indah, patung diberi hiasan seperti biola atau sapu. Dan, sim salabim, jadilah patung manusia sedang bermain biola atau sedang menyapu.
Kreativitas pemuda lulusan sekolah menengah atas itu mengantarnya pada kesuksesan sebagai seniman sekaligus pengusaha. Dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 50 ribu, pembeli bisa memborong patung-patung karyanya. Kini, pemasaran barang-barang kerajinan itu sudah meluas hingga Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan Bali.(OMI/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
