Militan Kembali Tewas dalam Serangan Rudal AS
Restia Juwita17/03/2010 15:08
Liputan6.com, Islamabad: Tembakan peluru kendali atau rudal yang disarangkan pasukan AS di tempat persembunyian militan di wilayah barat laut Pakistan, Rabu (17/3), menewaskan sedikitnya sembilan anggota militan. Serangan pertama dilancarkan tentara AS dengan menembakkan empat rudal di sebuah kendaraan dan juga meratakan sebuah rumah dekat dengan Miran Shah, kota utama di daerah suku Waziristan Utara, sehingga menewaskan enam militan.
Sekitar 50 menit kemudian, tiga rudal menyerang sebuah kendaraan di Kota Madakhel, sekitar 40 kilometer barat Miran Shah. Tiga militan juga tewas dalam serangan ini. Menurut pejabat setempat, seperti dikutip Associated Press, anggota militan lainnya juga terluka dalam dua serangan tersebut.
Sejak Desember tahun silam, Pusat Intelijen Amerika Serikat atau CIA terus meningkatkan serangan di wilayah suku Pakistan. Dimulai ketika seorang pengebom bunuh diri menewaskan tujuh karyawan CIA di negara tetangga Afghanistan. Serangan terbaru itu terjadi sehari setelah serangan rudal AS menghancurkan sebuah fasilitas militan di wilayah yang sama, dan menewaskan sembilan tersangka.
Sejumlah pejabat mengatakan beberapa orang tewas dalam serangan Selasa di Datta Khel. Diyakini, militan asing berada di kubu Gul Hafiz Bahadur, seorang panglima perang yang berjuang memerangi pasukan AS dan NATO di Afghanistan.
Publik Pakistan sendiri sangat menentang serangan tersebut, dengan mengatakan mereka telah melanggar kedaulatannya.
Washington juga menolak untuk secara terbuka mendiskusikan program, yang menggunakan serangan rudal. Namun, pejabat Pakistan mengatakan serangan secara pribadi telah membunuh beberapa senior Al-Qaidah dan komandan Taliban dalam beberapa tahun terakhir.(RST/ANS)
Sekitar 50 menit kemudian, tiga rudal menyerang sebuah kendaraan di Kota Madakhel, sekitar 40 kilometer barat Miran Shah. Tiga militan juga tewas dalam serangan ini. Menurut pejabat setempat, seperti dikutip Associated Press, anggota militan lainnya juga terluka dalam dua serangan tersebut.
Sejak Desember tahun silam, Pusat Intelijen Amerika Serikat atau CIA terus meningkatkan serangan di wilayah suku Pakistan. Dimulai ketika seorang pengebom bunuh diri menewaskan tujuh karyawan CIA di negara tetangga Afghanistan. Serangan terbaru itu terjadi sehari setelah serangan rudal AS menghancurkan sebuah fasilitas militan di wilayah yang sama, dan menewaskan sembilan tersangka.
Sejumlah pejabat mengatakan beberapa orang tewas dalam serangan Selasa di Datta Khel. Diyakini, militan asing berada di kubu Gul Hafiz Bahadur, seorang panglima perang yang berjuang memerangi pasukan AS dan NATO di Afghanistan.
Publik Pakistan sendiri sangat menentang serangan tersebut, dengan mengatakan mereka telah melanggar kedaulatannya.
Washington juga menolak untuk secara terbuka mendiskusikan program, yang menggunakan serangan rudal. Namun, pejabat Pakistan mengatakan serangan secara pribadi telah membunuh beberapa senior Al-Qaidah dan komandan Taliban dalam beberapa tahun terakhir.(RST/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
