Kampanye Bebas Rokok di Gunungketur
Fery Aditri16/03/2010 20:42
Liputan6.com, Yogyakarta: Sadar dengan bahaya rokok, sejumlah warga Kelurahan Gunungketur, Yogyakarta, Selasa (16/3), mengampanyekan bebas asap rokok di kampung mereka. Mereka memasang spanduk di setiap gang masuk. Stiker juga menghiasi setiap rumah. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga kampung.
Beberapa warga aktif ke rumah-rumah warga menempelkan stiker. Di setiap ruang tamu milik warga juga dipasang larangan merokok dalam ruangan. Bagi perokok, disediakan tempat khusus.
Kampanye ini murni atas kesadaran warga dan pengurus kampung, bukan instruksi pemerintah kota atau terkait fatwa haram oleh Majelis Ulama Indonesia dan Pengurus Pusat Muhammadiyah.
Menurut Titik Sulistyowati, pengurus kampung, gerakan ini Gerakan ini sudah diberlakukan sejak beberapa tahun silam. Ada sih pro dan kontra, tapi tak sedikit warga merespons positif gerakan kampanye itu. Larangan ini berlaku di 36 Rukun Tetangga dan sembilan Rukun Warga. Hasilnya, banyak warga tak kini menghentikan kebiasaan merokoknya.(AIS)
Beberapa warga aktif ke rumah-rumah warga menempelkan stiker. Di setiap ruang tamu milik warga juga dipasang larangan merokok dalam ruangan. Bagi perokok, disediakan tempat khusus.
Kampanye ini murni atas kesadaran warga dan pengurus kampung, bukan instruksi pemerintah kota atau terkait fatwa haram oleh Majelis Ulama Indonesia dan Pengurus Pusat Muhammadiyah.
Menurut Titik Sulistyowati, pengurus kampung, gerakan ini Gerakan ini sudah diberlakukan sejak beberapa tahun silam. Ada sih pro dan kontra, tapi tak sedikit warga merespons positif gerakan kampanye itu. Larangan ini berlaku di 36 Rukun Tetangga dan sembilan Rukun Warga. Hasilnya, banyak warga tak kini menghentikan kebiasaan merokoknya.(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
