AS "Ngotot" Israel Batalkan Proyek Permukiman
Restia Juwita16/03/2010 15:35
Liputan6.com, Jerusalem: Pemerintah Barack Obama menuntut Israel menghentikan proyek pembangunan permukiman Yahudi di sebelah timur Jerusalem. Sebab, pembangunan permukiman ini memicu kontroversi. Pembatalan proyek tersebut dimaksudkan pula untuk mengatasi beberapa perselisihan terburuk dalam hubungan AS-Israel.
Kendati demikian, seperti dikutip Associated Press, Senin (15/3), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru menunjukkan sinyal berbeda. Ia mengibaratkan, bila konstruksi Yahudi di Jerusalem tidak jalan, maka Palestina terluka. Seorang juru bicara Kota Jerusalem pun mengusulkan pembangunan permukiman di sana terus berlanjut.
Pengumuman dari rencana membangun 1.600 permukiman untuk orang-orang Yahudi di Ramot Shlomo, mengemuka selama kunjungan Wakil Presiden AS Joe Biden pada pekan lalu. Washington khawatir proyek ini justru akan memalukan Israel dan pemerintahan Obama. Bahkan, bila proyek tetap berlanjut, AS khawatir bakal memicu kemarahan Palestina. Buntutnya, membahayakan perundingan damai tidak langsung yang akan ditengahi oleh utusan AS [baca: Washington Marah, PM Israel Minta Kabinet Tenang].
Tuntutan AS semakin jelas, yakni meminta Israel menghentikan pembangunan pemukiman. Para pejabat Amerika mengatakan mereka juga menekan Israel mengambil langkah-langkah signifikan untuk memperoleh pembicaraan damai kembali ke jalur. Misalnya, melepaskan tawanan Palestina atau menambah wilayah di Tepi Barat yang masuk kontrol Palestina.
Pemerintah Washington jelas khawatir dan berang. Ini mengingat perundingan antara Israel dan Palestina akan mengupas semua masalah utama konflik. Termasuk, masalah perbatasan, status Jerusalem dan nasib pengungsi Palestina yang kehilangan rumah mereka selama perang 1948 yang diikuti berdirinya negara Israel.
Di lain pihak, Netanyahu mengklaim, pembangunan lingkungan orang-orang Yahudi tidak menyakiti orang-orang Arab dari timur Jerusalem dan tak merugikan mereka. Di hadapan parlemen, kemarin, Netanyahu telah meminta maaf atas persetujuan pembangunan proyek. Hanya saja, ia belum mengatakan apa pun soal pembatalan proyek tersebut.(RST/ANS)
Kendati demikian, seperti dikutip Associated Press, Senin (15/3), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru menunjukkan sinyal berbeda. Ia mengibaratkan, bila konstruksi Yahudi di Jerusalem tidak jalan, maka Palestina terluka. Seorang juru bicara Kota Jerusalem pun mengusulkan pembangunan permukiman di sana terus berlanjut.
Pengumuman dari rencana membangun 1.600 permukiman untuk orang-orang Yahudi di Ramot Shlomo, mengemuka selama kunjungan Wakil Presiden AS Joe Biden pada pekan lalu. Washington khawatir proyek ini justru akan memalukan Israel dan pemerintahan Obama. Bahkan, bila proyek tetap berlanjut, AS khawatir bakal memicu kemarahan Palestina. Buntutnya, membahayakan perundingan damai tidak langsung yang akan ditengahi oleh utusan AS [baca: Washington Marah, PM Israel Minta Kabinet Tenang].
Tuntutan AS semakin jelas, yakni meminta Israel menghentikan pembangunan pemukiman. Para pejabat Amerika mengatakan mereka juga menekan Israel mengambil langkah-langkah signifikan untuk memperoleh pembicaraan damai kembali ke jalur. Misalnya, melepaskan tawanan Palestina atau menambah wilayah di Tepi Barat yang masuk kontrol Palestina.
Pemerintah Washington jelas khawatir dan berang. Ini mengingat perundingan antara Israel dan Palestina akan mengupas semua masalah utama konflik. Termasuk, masalah perbatasan, status Jerusalem dan nasib pengungsi Palestina yang kehilangan rumah mereka selama perang 1948 yang diikuti berdirinya negara Israel.
Di lain pihak, Netanyahu mengklaim, pembangunan lingkungan orang-orang Yahudi tidak menyakiti orang-orang Arab dari timur Jerusalem dan tak merugikan mereka. Di hadapan parlemen, kemarin, Netanyahu telah meminta maaf atas persetujuan pembangunan proyek. Hanya saja, ia belum mengatakan apa pun soal pembatalan proyek tersebut.(RST/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

