Lagi, Kebakaran Tambang Tewaskan 25 Orang
Astrid Puspasari16/03/2010 12:24
Liputan6.com, Beijing: Sebanyak 25 penambang tewas dalam kebakaran tambang batu bara di Cina bagian tengah. Demikian dikatakan pihak berwenang setempat, Selasa (16/3). Dalam insiden nahas itu, enam penambang berhasil diselamatkan. Kobaran api yang melahap pertambangan di Zhengzhou, ibu kota Provinsi Henan, dipicu oleh kabel yang terbakar pada salah satu terowongan utama, kemarin.
Pemerintah setempat menyatakan, polisi telah menahan tiga manajer tambang dan membekukan aset serta fasilitas mereka. Mereka ditahan usai penyelidikan yang mengungkapkan tambang itu beroperasi secara ilegal.
Tambang batu bara di Cina termasuk yang paling berbahaya di dunia dengan standar keselamatan yang sering diabaikan. Hal itu dilakukan demi meraup keuntungan dan untuk memenuhi lonjakan permintaan batu bara--sumber daya energi terbanyak yang dimiliki Cina, yaitu sebesar 70 persen dari sumber daya energi lainnya.
Pada awal bulan, lebih dari 30 penambang tewas dalam banjir di tambang batu bara di wilayah Mongolia Dalam, Cina bagian utara.(AST/ANS/AFP)
Pemerintah setempat menyatakan, polisi telah menahan tiga manajer tambang dan membekukan aset serta fasilitas mereka. Mereka ditahan usai penyelidikan yang mengungkapkan tambang itu beroperasi secara ilegal.
Tambang batu bara di Cina termasuk yang paling berbahaya di dunia dengan standar keselamatan yang sering diabaikan. Hal itu dilakukan demi meraup keuntungan dan untuk memenuhi lonjakan permintaan batu bara--sumber daya energi terbanyak yang dimiliki Cina, yaitu sebesar 70 persen dari sumber daya energi lainnya.
Pada awal bulan, lebih dari 30 penambang tewas dalam banjir di tambang batu bara di wilayah Mongolia Dalam, Cina bagian utara.(AST/ANS/AFP)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
