Pengamanan Bandara Ngurah Rai Tetap Maksimal
Aribowo Suprayogi16/03/2010 11:28
Liputan6.com, Jakarta: Bandar Udara Internasional Ngurah Rai bertepatan dengan Hari Suci Penyepian 1935 Saka, Selasa, dinyatakan tertutup, namun pengamanan dan penjagaan lingkungan bandar udara itu tetap maksimal. Di Kantor Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Udara (KP3U) Ngurah Rai di kawasan Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, terlihat ada sekira 20 anggota polisi tetap bersiaga sejak Senin (15/3) malam. Menurut salah seorang anggota KP3U Ngurah Rai, aktivitas pengamanan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai tetap dilaksanakan sebagaimana biasanya.
Secara terbuka pengamanan kawasan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dilakukan terhadap ratusann kios dan fasilitas umum, di antaranya beberapa anjungan tunai mandiri (ATM) milik beberapa bank. Selain itu, pengamanan juga dilakukan terhadap apron, landas pacu, menara pengendali penerbangan, lampu-lampu penuntun penerbangan, hingga instrumen bantu pendaratan elektronika yang terdapat di bandar udara tersebut.
"Dengan luas ratusan hektar seperti ini dan berbatasan dengan laut serta pemukiman, kami wajib tetap waspada terhadap kemungkingan gangguan keamanan," kata Wayan, salah seorang petugas Bagian Pengamanan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. "Lampu listrik baru dimatikan di sebagian besar kawasan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai pada Senin (15/3) malam, untuk menghormati Hari Raya Nyepi," ucap Wayan.
Pemutusan aliran listrik itu dikecualikan pada radar karena sistem radar ini harus tetap diaktifkan. Piringan radar penerbangan udara dan sistem pengendali penerbangan di menara utama Bandar Udara Internasional Ngurah Rai tetap dinyalakan. Wilayah pengendali udara hasil kerja sistem radar di Bandar Udara Internasional merupakan satu mata rantai penting sistem pengawasan ruang udara nasional. Sistem radar yang dioperasikan pihak sipil ini juga sudah saling terkoneksi dengan sistem radar yang dioperasikan Komando Pertahanan Udara Nasional Markas Besar TNI. ( Ant )
Secara terbuka pengamanan kawasan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai dilakukan terhadap ratusann kios dan fasilitas umum, di antaranya beberapa anjungan tunai mandiri (ATM) milik beberapa bank. Selain itu, pengamanan juga dilakukan terhadap apron, landas pacu, menara pengendali penerbangan, lampu-lampu penuntun penerbangan, hingga instrumen bantu pendaratan elektronika yang terdapat di bandar udara tersebut.
"Dengan luas ratusan hektar seperti ini dan berbatasan dengan laut serta pemukiman, kami wajib tetap waspada terhadap kemungkingan gangguan keamanan," kata Wayan, salah seorang petugas Bagian Pengamanan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai. "Lampu listrik baru dimatikan di sebagian besar kawasan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai pada Senin (15/3) malam, untuk menghormati Hari Raya Nyepi," ucap Wayan.
Pemutusan aliran listrik itu dikecualikan pada radar karena sistem radar ini harus tetap diaktifkan. Piringan radar penerbangan udara dan sistem pengendali penerbangan di menara utama Bandar Udara Internasional Ngurah Rai tetap dinyalakan. Wilayah pengendali udara hasil kerja sistem radar di Bandar Udara Internasional merupakan satu mata rantai penting sistem pengawasan ruang udara nasional. Sistem radar yang dioperasikan pihak sipil ini juga sudah saling terkoneksi dengan sistem radar yang dioperasikan Komando Pertahanan Udara Nasional Markas Besar TNI. ( Ant )
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
