Kembar Siam Lala-Lulu Dipisahkan
Donvito Samartha16/03/2010 07:30
Liputan6.com, Jakarta: Setelah dirawat selama tiga bulan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (15/3) petang, bayi kembar siam Lulu dan Lala akhirnya dipisahkan tim dokter bedah. Operasi pemisahan berlangsung selama kurang lebih lima jam dan berjalan lancar. Menurut dokter Bambang Suprayitno, ketua tim dokter, operasi lebih cepat dari yang direncanakan tanpa kesulitan berarti karena kedua bayi masing-masing memiliki organ tubuh yang lengkap. Dokter Bambang menambahkan, pascaoperasi, perawatan intensif kini berfokus pada kemungkinan terjadinya infeksi akibat pembedahan.
Bayi Lulu dan Lala masih berumur tujuh bulan. Putri pasangan Sumiran dan Rusmiati ini masuk RSCM pada Januari lalu. Kini kedua orangtua Lala dan Lulu bisa bernapas lega. Apalagi, biaya operasi ditanggung Pemerintah Provinsi Lampung melalui Jamkesmas.
Setelah Lulu dan Lala, kembar siam Nayla dan Nabila juga bakal dioperasi tim dokter RSCM. Meski kondisinya lebih pelik karena jantung yang berdempetan dan penempelan kulit dari dada hingga perut, tim dokter optimistis bayi Nayla dan Nabila bisa dipisahkan [baca: Tiga Bayi Kembar Siam Dirawat di RSCM].(BOG)
Bayi Lulu dan Lala masih berumur tujuh bulan. Putri pasangan Sumiran dan Rusmiati ini masuk RSCM pada Januari lalu. Kini kedua orangtua Lala dan Lulu bisa bernapas lega. Apalagi, biaya operasi ditanggung Pemerintah Provinsi Lampung melalui Jamkesmas.
Setelah Lulu dan Lala, kembar siam Nayla dan Nabila juga bakal dioperasi tim dokter RSCM. Meski kondisinya lebih pelik karena jantung yang berdempetan dan penempelan kulit dari dada hingga perut, tim dokter optimistis bayi Nayla dan Nabila bisa dipisahkan [baca: Tiga Bayi Kembar Siam Dirawat di RSCM].(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
