Sosialisasi Singkat, Calon Perseorangan Protes
Tim Liputan 6 SCTV16/03/2010 05:57
Liputan6.com, Jember: Sosialisasi calon independen dalam pemilihan kepala daerah di Jember, Jawa Timur, Senin (15/3), diprotes sejumlah bakal calon bupati. Mereka menuding Komisi Pemilihan Umum Jember melakukan intrik politik untuk menjegal keikutsertaan calon perseorangan. Dalam sosialisasi, KPU menetapkan batas akhir penyerahan daftar dukungan hingga 18 Maret. Keputusan itu memicu reaksi keras bakal calon bupati melalui jalur perseorangan karena mereka tidak mungkin mengumpulkan tanda tangan dan kartu tanda penduduk dukungan sebanyak 70 ribu orang dalam waktu singkat.
Di Solo, Jawa Tengah, puluhan mahasiswa dari Forum Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas Sebelas Maret berunjuk rasa di kantor KPU setempat. Mereka menuntut pelaksanaan pilkada Kota Solo, April mendatang, dilangsungkan secara jujur, adil, dan bebas dari politik uang. Mahasiswa menilai saat ini indikasi kearah politik uang sudah mulai terlihat.
Indikasinya seperti adanya bakal calon boneka atau bakal calon yang dibayar pasangan lain untuk mengurangi dukungan ke calon lain. Atau pemalsuan berkas pendaftaran dan sebagainya. Mereka khawatir dengan proses yang tak sehat maka jalannya pemerintahan pun jadi sakit.
Menanggapi hal ini Ketua KPU Kota Solo Didik Wahyudiono menyatakan, menyambut baik keinginan para mahasiswa. Bahkan KPU Kota Solo mengajak para mahasiswa secara aktif mengawasi pelaksanaan pilkada, April mendatang.
Sementara di Medan, Sumatra utara, pendukung pasangan Rudolf Pardede-Afifuddin kembali berdemonstrasi menyusul komitmen KPU Kota Medan yang tetap mencoret pasangan ini dari daftar calon wali kota dan wakil wali kota Medan. Situasi nyaris memanas saat pengunjuk rasa berusaha menerobos masuk ke kantor wali kota Medan tempat berlangsungnya rapat antara petugas KPI dengan DPRD setempat. Di hadapan barisan aparat kepolisian, pengunjukrasa kembali mendesak anggota KPU segera turun menemui mereka untuk menjelaskan alasan pencoretan [baca: Pasangan Calon Walikota Dicoret, Pendukung Demo].(BOG)
Di Solo, Jawa Tengah, puluhan mahasiswa dari Forum Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas Sebelas Maret berunjuk rasa di kantor KPU setempat. Mereka menuntut pelaksanaan pilkada Kota Solo, April mendatang, dilangsungkan secara jujur, adil, dan bebas dari politik uang. Mahasiswa menilai saat ini indikasi kearah politik uang sudah mulai terlihat.
Indikasinya seperti adanya bakal calon boneka atau bakal calon yang dibayar pasangan lain untuk mengurangi dukungan ke calon lain. Atau pemalsuan berkas pendaftaran dan sebagainya. Mereka khawatir dengan proses yang tak sehat maka jalannya pemerintahan pun jadi sakit.
Menanggapi hal ini Ketua KPU Kota Solo Didik Wahyudiono menyatakan, menyambut baik keinginan para mahasiswa. Bahkan KPU Kota Solo mengajak para mahasiswa secara aktif mengawasi pelaksanaan pilkada, April mendatang.
Sementara di Medan, Sumatra utara, pendukung pasangan Rudolf Pardede-Afifuddin kembali berdemonstrasi menyusul komitmen KPU Kota Medan yang tetap mencoret pasangan ini dari daftar calon wali kota dan wakil wali kota Medan. Situasi nyaris memanas saat pengunjuk rasa berusaha menerobos masuk ke kantor wali kota Medan tempat berlangsungnya rapat antara petugas KPI dengan DPRD setempat. Di hadapan barisan aparat kepolisian, pengunjukrasa kembali mendesak anggota KPU segera turun menemui mereka untuk menjelaskan alasan pencoretan [baca: Pasangan Calon Walikota Dicoret, Pendukung Demo].(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
