Jelang Nyepi, Ogoh-Ogoh dan Barongsai Diarak
Vitria Rahayu15/03/2010 23:33
Liputan6.com, Surabaya: Ratusan umat Hindu Dharma mengikuti upacara Tawur Agung Kesanga di Pura Segara Kenjeran Surabaya, Jawa Timur, Senin malam (15/3). Dalam upacara tersebut, ogoh-ogoh dan barongsai dimainkan sebagai penanda kerukunan antarumat beragama.
Panitia menyiapkan empat ogoh-ogoh sebagai perlambang nafsu angkara murka. Sementara barongsai sebagai simbol kerukunan dan keharmonisan antara umat beragama. Menurut Nyoman Sutantra, Ketua Walaka PHDI Jatim, ogoh-ogoh dan barongsai tersebut dibawa keliling perumahan sekitar pura.
Setelah diarak lalu dibakar. Ini menandakan hati manusia telah bersih. Sementara upacara Kesanga bertujuan menyelaraskan manusia dengan alam.(OMI/AYB)
Panitia menyiapkan empat ogoh-ogoh sebagai perlambang nafsu angkara murka. Sementara barongsai sebagai simbol kerukunan dan keharmonisan antara umat beragama. Menurut Nyoman Sutantra, Ketua Walaka PHDI Jatim, ogoh-ogoh dan barongsai tersebut dibawa keliling perumahan sekitar pura.
Setelah diarak lalu dibakar. Ini menandakan hati manusia telah bersih. Sementara upacara Kesanga bertujuan menyelaraskan manusia dengan alam.(OMI/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
