Din Sayangkan Penolakan Kedatangan Obama
Zumrotul Muslimin15/03/2010 21:37
Liputan6.com, Blitar: Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai, kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia adalah hal positif karena dia ingin membangun hubungan yang lebih baik dengan dunia Islam. "Kita bisa menciptakan dialog saat kunjungan Obama. Saya yakin dengan dialog dapat membangun hubungan lebih baik, khususnya dengan dunia Islam," katanya di Desa Siraman, Kesamben, Blitar, Jawa Timur, Senin (15/3).
Oleh karena itu, katanya, kedatangan Obama tidak perlu dipermasalahkan dan tak perlu ditolak, sehingga masyarakat khususnya Islam, hendaknya menyambut dan menerimanya sebagai tamu. "Berdasarkan ajaran Islam menyambut dan menerima kedatangan tamu adalah hal yang baik. Untuk itu, Obama sudah seharusnya disambut dan diterima seperti kunjungan presiden dari negara lainnya," katanya.
Din menyayangkan sikap beberapa organisasi masyarakat yang menolak kedatangan Obama dengan menggelar unjuk rasa. Namun kata Din, itu adalah bagian dari hak demokrasi. Hanya saja Din menyayangkan jika niat baik harus ditolak. "Saya harap masyarakat juga menghormati dan menerima kedatangan Presiden AS tersebut. Terlebih, Obama juga mempunyai hubungan emosional dengan Indonesia, karena ia pernah sekolah dasar di Jakarta," katanya.(JUM/Ant)
Oleh karena itu, katanya, kedatangan Obama tidak perlu dipermasalahkan dan tak perlu ditolak, sehingga masyarakat khususnya Islam, hendaknya menyambut dan menerimanya sebagai tamu. "Berdasarkan ajaran Islam menyambut dan menerima kedatangan tamu adalah hal yang baik. Untuk itu, Obama sudah seharusnya disambut dan diterima seperti kunjungan presiden dari negara lainnya," katanya.
Din menyayangkan sikap beberapa organisasi masyarakat yang menolak kedatangan Obama dengan menggelar unjuk rasa. Namun kata Din, itu adalah bagian dari hak demokrasi. Hanya saja Din menyayangkan jika niat baik harus ditolak. "Saya harap masyarakat juga menghormati dan menerima kedatangan Presiden AS tersebut. Terlebih, Obama juga mempunyai hubungan emosional dengan Indonesia, karena ia pernah sekolah dasar di Jakarta," katanya.(JUM/Ant)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
