Jual Es Dawet Dibayar Gabah
Kristianto Nugroho15/03/2010 18:02
Liputan6.com, Kulonprogo: Perdagangan sistem barter masih berlaku di zaman modern ini. Ini dilakoni penjual dawet asal Desa Ngentakrejo bernama Sukiyah dengan para petani di Temon, Kulonprogo, Yogyakarta. Harga semangkok dawet ditukar dengan gabah satu tenggok.
Sukiyah rela menjajakan dagangan jauh dari rumah ke Kecamatan Temon. Perjalanan panjang Sukiyah, Senin (15/3) pagi, tak berarti barang dagangannya laku keras. Hanya ada saja sejumlah petani yang membeli. Terlebih teriknya matahari membuat kering tenggorokan. Dan itu langsung hilang dengan segarnya es dawet buatan Sukiyah.
Dengan sistem barter ini, Sukiyah tak lagi khawatir kekurangan gabah. Ia sudah mampu mendapatkan gabah layaknya petani yang memanen di sawah.(AIS)
Sukiyah rela menjajakan dagangan jauh dari rumah ke Kecamatan Temon. Perjalanan panjang Sukiyah, Senin (15/3) pagi, tak berarti barang dagangannya laku keras. Hanya ada saja sejumlah petani yang membeli. Terlebih teriknya matahari membuat kering tenggorokan. Dan itu langsung hilang dengan segarnya es dawet buatan Sukiyah.
Dengan sistem barter ini, Sukiyah tak lagi khawatir kekurangan gabah. Ia sudah mampu mendapatkan gabah layaknya petani yang memanen di sawah.(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
