Ribuan Pendukung Thaksin Padati Bangkok
Restia Juwita15/03/2010 15:02
Liputan6.com, Bangkok: Ribuan orang berkaos merah pendukung mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, Senin siang kembali memadati Kota Bangkok untuk memberikan ultimatum kepada pemerintah agar membubarkan DPR atau parlemen.
Demonstrasi yang dimulai sejak Jumat (12/3) lalu, diikuti oleh lebih dari 150 ribu orang berjalan dengan tertib. Namun unjuk rasa hari ini bisa menjadi bentuk kemarahan jika Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva tidak memenuhi tuntutan mereka.
Sementara didukung oleh militer yang kuat dan kalangan elit, Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva telah menolak mentah-mentah tuntutan pembubaran parlemen itu, dan menguatkan spekulasi bahwa ia akan menang dalam pertarungan ini.
"Semua orang setuju bahwa kami tidak dapat melakukannya (pembubaran parlemen, red)," kata Abhisit melalui siaran langsung Senin pagi. "Bukan berarti kami tidak akan mendengarkan orang-orang, termasuk para pengunjuk rasa. Kami ingin melihat negara bergerak maju dalam penegakan hukum tidak hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan."
Seperti dilansir Reuters, Senin (15/3) ribuan orang memulai unjuk rasa sejak pukul 9 pagi waktu setempat, dengan menggunakan bus, mobil dan berjalan kaki menuju ke pangkalan militer.
Pemimpin demonstran berharap, dukungan kuat tanpa kekerasan akan menekan Abhisit dalam pemilu mendatang. Mereka juga ingin meyakinkan keraguan mitra parpol dalam koalisi pemerintah untuk melepaskan diri.
Weng Tojirakarn, seorang pemimpin protes mengatakan akan berunjuk rasa secara damai. "Kami tidak akan mengepung apa-apa," katanya. "Kami ingin membawa masyarakat pada Abhisit untuk menunjukkan kepadanya seberapa banyak dukungan yang kita miliki dan betapa sedikit yang dia miliki."
Para demonstran kasos merah dikenal sebagai pendukung setia mantan PM Thaksin yang digulingkan dalam kudeta tahun 2006. Thaksin saat ini lebih banyak hidup di luar negeri terutama di Dubai, untuk menghindari hukuman penjara karena kasus korupsi. (RST)
Demonstrasi yang dimulai sejak Jumat (12/3) lalu, diikuti oleh lebih dari 150 ribu orang berjalan dengan tertib. Namun unjuk rasa hari ini bisa menjadi bentuk kemarahan jika Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva tidak memenuhi tuntutan mereka.
Sementara didukung oleh militer yang kuat dan kalangan elit, Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva telah menolak mentah-mentah tuntutan pembubaran parlemen itu, dan menguatkan spekulasi bahwa ia akan menang dalam pertarungan ini.
"Semua orang setuju bahwa kami tidak dapat melakukannya (pembubaran parlemen, red)," kata Abhisit melalui siaran langsung Senin pagi. "Bukan berarti kami tidak akan mendengarkan orang-orang, termasuk para pengunjuk rasa. Kami ingin melihat negara bergerak maju dalam penegakan hukum tidak hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan."
Seperti dilansir Reuters, Senin (15/3) ribuan orang memulai unjuk rasa sejak pukul 9 pagi waktu setempat, dengan menggunakan bus, mobil dan berjalan kaki menuju ke pangkalan militer.
Pemimpin demonstran berharap, dukungan kuat tanpa kekerasan akan menekan Abhisit dalam pemilu mendatang. Mereka juga ingin meyakinkan keraguan mitra parpol dalam koalisi pemerintah untuk melepaskan diri.
Weng Tojirakarn, seorang pemimpin protes mengatakan akan berunjuk rasa secara damai. "Kami tidak akan mengepung apa-apa," katanya. "Kami ingin membawa masyarakat pada Abhisit untuk menunjukkan kepadanya seberapa banyak dukungan yang kita miliki dan betapa sedikit yang dia miliki."
Para demonstran kasos merah dikenal sebagai pendukung setia mantan PM Thaksin yang digulingkan dalam kudeta tahun 2006. Thaksin saat ini lebih banyak hidup di luar negeri terutama di Dubai, untuk menghindari hukuman penjara karena kasus korupsi. (RST)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Bookmark
Berita Terpopuler
- Dua Kamerawan Terbaik SCTV Gugur dalam Tugas
- Teka Teki Jatuhnya Sukhoi
- Inilah 45 Nama Korban Tewas Sukhoi
- Puluhan Orang Tewas Tersambar Petir
- Hitung Jari Lebih Cepat dari Kalkulator
- KNKT: Parasut Tak Dipakai Pilot untuk Melarikan Diri
- Kedatangan Presiden SBY Ditolak Mahasiswa
- Seluruh Korban Sukhoi Teridentifikasi
- Mabes Polri Masih Evaluasi Konser Lady Gaga
- Basarnas Hentikan Pencarian Korban Sukhoi

