Konferda PDIP Sulbar Ricuh  

Edy Junaedi
15/03/2010 14:56
Liputan6.com, Mamuju: Tak dipenuhi sebagai peserta Konferensi Daerah (Konferda) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Sulawesi Barat, puluhan delegasi dari Kabupaten Majene dan Polewali Mandar, Senin (15/3), mengamuk dan memaki-maki panitia. Demi mengamankan jalannya konferda, puluhan aparat Brigade Mobil atau Brimob dan personel Kepolisian Resor Mamuju menggiring para peserta yang tak diperkenankan tersebut meninggalkan ruangan sidang.

Tak hanya itu, sejumlah peserta sempat berdebat dan memaksa masuk ke lokasi konferda, namun dihadang barikade aparat. Bahkan, sebagian peserta yang kesal melampiaskan kekecewaan mereka dengan mencabut dan merobek-robek sejumlah bendera dan atribut partai di lokasi hotel. Menurut mereka, pemilihan Ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Sulbar tidak sah dan melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

Kendati diwarnai aksi protes dari puluhan kader PDIP yang kecewa, konferda untuk memilih ketua partai yang baru tetap digelar dengan pengawalan ekstra ketat dari aparat kepolisian. Setiap peserta yang akan masuk ke lokasi konferda digeledah dan identitasnya diperiksa petugas. Para wartawan yang meliput kegiatan konferda pun tidak diperkenankan memasuki lokasi acara.

Konferda yang berlangsung sejak kemarin, akhirnya kembali menobatkan Abdullah Rasyid yang juga Bupati Mamuju Utara memimpin PDIP untuk lima tahun mendatang. Sementara, Aladin S. juga kembali terpilih menjadi wakil ketua.(BJK/ANS)


adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Share

Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

Ada Komentar Untuk Artikel Ini.

Posting komentar Anda

POSTING KOMENTAR ANDA

Nama
Email
Komentar
Security Code

 
 


video

>

Berita Terpopuler