Menkeu Turut Musnahkan Minuman Keras Ilegal
Zwasty Andria15/03/2010 13:01
Liputan6.com, Jakarta: Kisruh skandal Bank Century sepertinya tidak mengganggu aktivitas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Justru Sri Mulyani sepertinya kian ingin menunjukkan perannya dalam mengamankan keuangan negara. Terbukti pada Senin (15/3) siang, Sri Mulyani memimpin sendiri pemusnahan sebanyak 65 ribu botol minuman keras ilegal di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat. Tidak tanggung-tanggung, ia naik ke atas buldoser pemusnah minuman keras.
Menurut Sri Mulyani, pemusnahan tersebut dilakukan sebagai cara mengamankan keuangan negara dari pemalsu pita cukai. Sebab, puluhan ribu botol minuman keras ilegal yang dimusnahkan itu ditemukan petugas Bea Cukai di pergudangan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dengan memakai pita cukai palsu.
Sebanyak 2.760 pita cukai golongan C seharga Rp 50 ribu per liter ditemukan palsu. Saat ini, pelaku pemalsuan berinisial VL masuk dalam daftar pencarian orang. Sementara menurut Direktorat Jenderal Bea Cukai melansir sejak 2008, maraknya minuman keras yang menggunakan pita cukai palsu mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 525 miliar.(BJK/ANS)
Menurut Sri Mulyani, pemusnahan tersebut dilakukan sebagai cara mengamankan keuangan negara dari pemalsu pita cukai. Sebab, puluhan ribu botol minuman keras ilegal yang dimusnahkan itu ditemukan petugas Bea Cukai di pergudangan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dengan memakai pita cukai palsu.
Sebanyak 2.760 pita cukai golongan C seharga Rp 50 ribu per liter ditemukan palsu. Saat ini, pelaku pemalsuan berinisial VL masuk dalam daftar pencarian orang. Sementara menurut Direktorat Jenderal Bea Cukai melansir sejak 2008, maraknya minuman keras yang menggunakan pita cukai palsu mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 525 miliar.(BJK/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
