Penderita Gizi Buruk Butuh Bantuan
Taufik Muharam15/03/2010 06:24
Liputan6.com, Lebak: Dua anak warga Sampalan, Desa Sangkanwangi, Lebak, Banten, menderita gizi buruk dan lumpuh. Seorang anak bernama Siti Unah berusia delapan tahun tak bisa berjalan karena menderita lumpuh saat berusia dua tahun. Awalnya Siti bisa berjalan selama beberapa bulan, namun karena asupan makanan yang kurang baik ia kerap menderita sakit dan akhirnya lumpuh.
Orangtua Siti yang hanya berprofesi sebagai buruh penyadap getah karet tak punya biaya untuk membawa anaknya Berobat. Mereka akhirnya membiarkan Siti bertahan hidup ala kadarnya. Menurut Rumiah, ibu Siti, Ahad (14/3), selain lumpuh anaknya juga menderita paru paru basah.
Nasib Nurdoni, tetangga Siti, tidak kalah mengenaskan. Bocah empat tahun putra pasangan Sapri dan Umi ini mengalami kelumpuhan diduga setelah divaksin folio saat berusia tiga bulan. Nurdoni juga menderita gizi buruk serta penyakit penyerta lain. Seperti halnya Siti, orangtua Nurdoni yang hanya berpenghasilan Rp 50 ribu per minggu hanya mampu merawat putranya di rumah.
Kemiskinan membuat Siti dan Nurdoni hidup tanpa gizi yang baik. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, sepanjang 2009 sedikitnya 1.200 balita di daerah ini menderita gizi buruk. Belasan di antaranya meninggal karena tidak ditangani dengan baik. Pada 2004 kasus gizi buruk dan busung lapar di Lebak pernah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa karena saat itu jumlahnya mencapai 1.400 kasus.(IAN)
Orangtua Siti yang hanya berprofesi sebagai buruh penyadap getah karet tak punya biaya untuk membawa anaknya Berobat. Mereka akhirnya membiarkan Siti bertahan hidup ala kadarnya. Menurut Rumiah, ibu Siti, Ahad (14/3), selain lumpuh anaknya juga menderita paru paru basah.
Nasib Nurdoni, tetangga Siti, tidak kalah mengenaskan. Bocah empat tahun putra pasangan Sapri dan Umi ini mengalami kelumpuhan diduga setelah divaksin folio saat berusia tiga bulan. Nurdoni juga menderita gizi buruk serta penyakit penyerta lain. Seperti halnya Siti, orangtua Nurdoni yang hanya berpenghasilan Rp 50 ribu per minggu hanya mampu merawat putranya di rumah.
Kemiskinan membuat Siti dan Nurdoni hidup tanpa gizi yang baik. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, sepanjang 2009 sedikitnya 1.200 balita di daerah ini menderita gizi buruk. Belasan di antaranya meninggal karena tidak ditangani dengan baik. Pada 2004 kasus gizi buruk dan busung lapar di Lebak pernah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa karena saat itu jumlahnya mencapai 1.400 kasus.(IAN)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
