Untuk Bertahan Hidup, Barang Dagangan Diobral
Arif Nur dan Yanto Sukma13/03/2010 17:58
Liputan6.com, Jakarta: Para pemilik kios di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (13/3) siang, mengobral barang dagangan mereka yang tersisa dalam peristiwa kebakaran Kamis (11/3) silam. Semua ini dilakukan agar mereka dapat bertahan hidup karena sudah tidak lagi memiliki penghasilan.
Barang-barang seperti pakaian dan tas wanita dijual dengan harga yang diturunkan hingga 90 persen lebih. Satu potong pakaian misalnya, diobral dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 10 ribu dari harga normal Rp 60 ribu per potong.
Para pedagang mengaku masih resah. Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian mengenai tempat relokasi. Para pedagang berharap pemerintah menyediakan tempat secepatnya agar mereka bisa kembali berjualan dan melanjutkan hidup
[baca: Pascakebakaran, Ratusan Pedagang Pasar Senen Terlantar].(BOG)
Barang-barang seperti pakaian dan tas wanita dijual dengan harga yang diturunkan hingga 90 persen lebih. Satu potong pakaian misalnya, diobral dengan harga Rp 5.000 sampai Rp 10 ribu dari harga normal Rp 60 ribu per potong.
Para pedagang mengaku masih resah. Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian mengenai tempat relokasi. Para pedagang berharap pemerintah menyediakan tempat secepatnya agar mereka bisa kembali berjualan dan melanjutkan hidup
[baca: Pascakebakaran, Ratusan Pedagang Pasar Senen Terlantar].(BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
