Erwin, Bocah Penderita Kelainan Usus Harapkan Bantuan
Edy Junaedi13/03/2010 12:55
Liputan6.com, Mamuju: Bertahun-tahun menanggung rasa sakit akibat menderita kelainan usus, berkat bantuan sejumlah organisasi sosial, Erwin, bocah berusia sembilan tahun, warga Dusun Pelosian, Desa Buttuada, Kecamatan Bonehau, Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Mamuju, Sabtu (13/3). Sayangnya, dokter mengaku tak mampu menangani penyakitnya, dengan alasan fasilitas kesehatan rumah sakit tidak memadai.
Dokter Ahli Bedah RSUD Mamuju Arif Marikar, yang sebelumnya menangani sang bocah, menyarankan agar Erwin dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Makassar, untuk menjalani operasi. Namun, saran tersebut ditolak pihak keluarga. Orang tua korban yang hanya berprofesi sebagai buruh tani, mengaku tidak mampu membayar biaya operasi anaknya. Yang mencapai puluhan juta rupiah.
Penyakit kelainan usus atau hisbron yang diderita Erwin, disebabkan sebagian syaraf usus besarnya tidak berfungsi dengan baik. Erwin sulit buang udara dan kotoran, karena tertimbun di dalam usus dan lambung. Sehingga perutnya terus membesar. Menurut orang tua sang bocah, Erwin sempat dibawa berobat ke Puskesmas dan dukun kampung, tapi perut anaknya justru kian membesar.
Walau khawatir dengan kondisi anaknya, keluarga Erwin tak bisa berbuat banyak, dan hanya bisa pasrah. Mereka berharap, ada dermawan yang bersedia menanggung biaya operasi anaknya, agar bisa sembuh dari penyakit, yang telah menderanya sejak lahir. Saat ini Erwin masih terkatung-katung di RSUD Mamuju, dengan perawatan seadanya.(ARL)
Dokter Ahli Bedah RSUD Mamuju Arif Marikar, yang sebelumnya menangani sang bocah, menyarankan agar Erwin dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Makassar, untuk menjalani operasi. Namun, saran tersebut ditolak pihak keluarga. Orang tua korban yang hanya berprofesi sebagai buruh tani, mengaku tidak mampu membayar biaya operasi anaknya. Yang mencapai puluhan juta rupiah.
Penyakit kelainan usus atau hisbron yang diderita Erwin, disebabkan sebagian syaraf usus besarnya tidak berfungsi dengan baik. Erwin sulit buang udara dan kotoran, karena tertimbun di dalam usus dan lambung. Sehingga perutnya terus membesar. Menurut orang tua sang bocah, Erwin sempat dibawa berobat ke Puskesmas dan dukun kampung, tapi perut anaknya justru kian membesar.
Walau khawatir dengan kondisi anaknya, keluarga Erwin tak bisa berbuat banyak, dan hanya bisa pasrah. Mereka berharap, ada dermawan yang bersedia menanggung biaya operasi anaknya, agar bisa sembuh dari penyakit, yang telah menderanya sejak lahir. Saat ini Erwin masih terkatung-katung di RSUD Mamuju, dengan perawatan seadanya.(ARL)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
