Lagi, Pekerja British Airways Ancam Mogok
Addy Hasan13/03/2010 09:41
Liputan6.com, London: Serikat pekerja yang mewakili awak kabin British Airways mengumumkan rencana mogok kerja beberapa hari dalam dua bulan. Demikian
diberitakan CNN, Jumat (12/3). Sumber CNN menyebutkan pemberlakuan kebijakan diduga akibat kerugian ratusan juta dolar yang diderita British Airways tahun lalu.
Dalam rilis resmi, asisten sekretaris jenderal Serikat Pekerja, Len McCluskey, mengatakan mogok pertama akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 20 Maret dan aksi mogok kedua dilakukan selama empat hari mulai 27 Maret. Bahkan, serikat pekerja mengancam mengadakan pemogokan lebih lanjut jika diperlukan. Namun, McCluskey berjanji awak British Airaways tidak melakukan pemogokan saat liburan Paskah.
McCluskey menjelaskan aksi mogok ini sebagai upaya menolak rencana pemberlakuan kebijakan British Airways yang akan memperpanjang jam kerja, memotong jenjang karier, dan memangkas gaji karyawan. Serikat menuding, kebijakan ini bisa mengganggu layanan terhadap pelanggan dan citra maskapai British Airways sendiri.
Namun, juru bicara British Airways yang tidak ingin disebut namanya, mengatakan sangat kecewa dengan keputusan serikat pekerja dan saat ini pihaknya sedang berencana melakukan langkah antisipasi meminimalkan efek aksi mogok kerja. Lebih lanjut, maskapai Inggris ini mengklaim kebijakannya dapat menghemat pengeluaran hingga 91 juta dolar AS atau setara dengan Rp 910 miliar per tahun. Selain itu, uang hasil pemotongan gaji juga akan digunakan kembali untuk gaji dan tunjangan karyawan.
Pada Desember lalu, serikat pekerja juga pernah mengancam melancarkan aksi mogok saat musim liburan natal dan tahun baru, selama 12 hari. [baca: Awak British Airways Berencana Mogok 12 Hari]. Namun, unjuk rasa urung dilakukan, setelah hakim setempat meminta Serikat membatalkan aksi tersebut. (YUS)
diberitakan CNN, Jumat (12/3). Sumber CNN menyebutkan pemberlakuan kebijakan diduga akibat kerugian ratusan juta dolar yang diderita British Airways tahun lalu.
Dalam rilis resmi, asisten sekretaris jenderal Serikat Pekerja, Len McCluskey, mengatakan mogok pertama akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 20 Maret dan aksi mogok kedua dilakukan selama empat hari mulai 27 Maret. Bahkan, serikat pekerja mengancam mengadakan pemogokan lebih lanjut jika diperlukan. Namun, McCluskey berjanji awak British Airaways tidak melakukan pemogokan saat liburan Paskah.
McCluskey menjelaskan aksi mogok ini sebagai upaya menolak rencana pemberlakuan kebijakan British Airways yang akan memperpanjang jam kerja, memotong jenjang karier, dan memangkas gaji karyawan. Serikat menuding, kebijakan ini bisa mengganggu layanan terhadap pelanggan dan citra maskapai British Airways sendiri.
Namun, juru bicara British Airways yang tidak ingin disebut namanya, mengatakan sangat kecewa dengan keputusan serikat pekerja dan saat ini pihaknya sedang berencana melakukan langkah antisipasi meminimalkan efek aksi mogok kerja. Lebih lanjut, maskapai Inggris ini mengklaim kebijakannya dapat menghemat pengeluaran hingga 91 juta dolar AS atau setara dengan Rp 910 miliar per tahun. Selain itu, uang hasil pemotongan gaji juga akan digunakan kembali untuk gaji dan tunjangan karyawan.
Pada Desember lalu, serikat pekerja juga pernah mengancam melancarkan aksi mogok saat musim liburan natal dan tahun baru, selama 12 hari. [baca: Awak British Airways Berencana Mogok 12 Hari]. Namun, unjuk rasa urung dilakukan, setelah hakim setempat meminta Serikat membatalkan aksi tersebut. (YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
