Wanadri Siap Capai Puncak di Tujuh Benua
Boy Bakamaro dan Winny Arnold13/03/2010 08:07
Liputan6.com, Jakarta: Mimpi itu kini di depan mata, yakni mendaki tujuh puncak gunung di berbagai belahan dunia. Yoppi Rikson Saragih Ketua Harian Wanadri mempersiapkan dana yang cukup besar untuk mewujudkannya, lebih dari Rp 9 miliar. "Sebenarnya ini mimpi semua pendaki gunung di dunia," tutur Yoppi di studio SCTV Jakarta, Sabtu (13/3). Yoppi hadir bersama dua anggota muda, Ardhessir dan Gina Afriani.
Yoppi menambahkan, tantangan untuk mencapai puncak tak mudah. Ini mengingat belum ada seorang pun peserta dari Indonesia yang berhasil menaklukkan ketujuh puncak itu. "Kalau kemampuan, SDM yang kita miliki sudah cukup. Cuma masalah dana saja," ucap Yoppi.
Tim ekspedisi puncak 7 benua akan memulai perjalanan pada 5 April nanti. Medan pertama yang akan dilintasi Gunung Carstenz Pyramid atau Puncak Jaya di Papua. Ketinggiannya 4.884 meter dari permukaan laut. Berikutnya adalah Gunung Kilimanjaro berketinggian 5.895 meter di Afrika, Gunung Mckinley di Amerika Utara, Gunung Elbrus (5.642 meter) di Eropa, Puncak Aconcagua (6.962 meter) di Amerika Selatan, puncak Vinson Massif (4.897 mdpl) di Antartika serta terakhir Gunung Everest berketinggian 8.850 meter di Asia.
Ardhessir mengaku deg-degan. Karena ini adalah pengalaman pertama baginya. "Kebetulan belum punya pengalaman sama sekali," tutur pria bertubuh langsing ini. Namun demi merealisasikan mimpi, Ardhessir banyak menerima pelajaran dari senior-seniornya.
Berbeda dengan Gina. Ia sedikitnya sudah punya pengalaman mendaki. Obyek yang pernah dilaluinya diakui sejumlah gunung di sekitar Jawa Barat dan Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusatenggara Barat. Dan ekspedisi ini, adalah yang pertama bagi Gina. "Gunung yang ketinggiannya di atas 3.500 meter belum," kata perempuan berambut panjang ini.
Bagi Yoppi, ekspedisi ini bukan bentuk penaklukkan kepada gunung-gunung yang akan didatanginya. "Kami hanya mencoba bersahabat dengan alam, karena alam tempat bermain kita," jelas Yoppi. Ia optimistis berhasil melewati rintangan yang ada. "Dengan mempelajari karakteristik alam, dengan persiapan-persiapan fisik dari pengalaman senior-senior kami, kami yakin," tambah Yoppi.(AIS)
Yoppi menambahkan, tantangan untuk mencapai puncak tak mudah. Ini mengingat belum ada seorang pun peserta dari Indonesia yang berhasil menaklukkan ketujuh puncak itu. "Kalau kemampuan, SDM yang kita miliki sudah cukup. Cuma masalah dana saja," ucap Yoppi.
Tim ekspedisi puncak 7 benua akan memulai perjalanan pada 5 April nanti. Medan pertama yang akan dilintasi Gunung Carstenz Pyramid atau Puncak Jaya di Papua. Ketinggiannya 4.884 meter dari permukaan laut. Berikutnya adalah Gunung Kilimanjaro berketinggian 5.895 meter di Afrika, Gunung Mckinley di Amerika Utara, Gunung Elbrus (5.642 meter) di Eropa, Puncak Aconcagua (6.962 meter) di Amerika Selatan, puncak Vinson Massif (4.897 mdpl) di Antartika serta terakhir Gunung Everest berketinggian 8.850 meter di Asia.
Ardhessir mengaku deg-degan. Karena ini adalah pengalaman pertama baginya. "Kebetulan belum punya pengalaman sama sekali," tutur pria bertubuh langsing ini. Namun demi merealisasikan mimpi, Ardhessir banyak menerima pelajaran dari senior-seniornya.
Berbeda dengan Gina. Ia sedikitnya sudah punya pengalaman mendaki. Obyek yang pernah dilaluinya diakui sejumlah gunung di sekitar Jawa Barat dan Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusatenggara Barat. Dan ekspedisi ini, adalah yang pertama bagi Gina. "Gunung yang ketinggiannya di atas 3.500 meter belum," kata perempuan berambut panjang ini.
Bagi Yoppi, ekspedisi ini bukan bentuk penaklukkan kepada gunung-gunung yang akan didatanginya. "Kami hanya mencoba bersahabat dengan alam, karena alam tempat bermain kita," jelas Yoppi. Ia optimistis berhasil melewati rintangan yang ada. "Dengan mempelajari karakteristik alam, dengan persiapan-persiapan fisik dari pengalaman senior-senior kami, kami yakin," tambah Yoppi.(AIS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
