Lagi, Puluhan Warga Somalia Tewas
Addy Hasan12/03/2010 17:44
Liputan6.com, Mogadishu: Konflik bersenjata antara pemerintah Somalia dan kelompok pemberontak yang terus bergejolak mengakibatkan 20 warga sipil tewas di ibu kota Mogadishu. Sehingga total korban tewas pada hari kedua pertempuran menjadi 43 orang. Demikian dirilis situs Al Jazeera, Jumat (12/3).
Sumber Al Jazeera menyebutkan, pemerintah Somalia didukung pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika menyerbu beberapa posisi strategis kelompok oposisi bersenjata. Serbuan ini menyebabkan 20 orang tewas dan 83 warga sipil terluka akibat peluru mortir dan artileri.
Sementara pejabat keamanan setempat Mohamed Nur mengklaim berhasil memukul mundur kelompok pemberontak Al Shabab dari basisnya dengan dukungan dari pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika. Nur juga menyebutkan sejauh ini pertempuran hanya mengakibatkan tiga tentara terluka.
Pasukan pemerintahan Presiden Sharif Sheikh Ahmed dengan dukungan negara Barat memang merencanakan menyerang dan mengusir pemberontak keluar dari Mogadishu. Saat ini diperkirakan pemberontak hanya menguasai beberapa zona ibu kota tersebut. Somalia didera perang saudara selama 20 tahun akibat presiden diktator Mohamed Siad Barre digulingkan 3 Januari 1995 lalu.(ADO)
Sumber Al Jazeera menyebutkan, pemerintah Somalia didukung pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika menyerbu beberapa posisi strategis kelompok oposisi bersenjata. Serbuan ini menyebabkan 20 orang tewas dan 83 warga sipil terluka akibat peluru mortir dan artileri.
Sementara pejabat keamanan setempat Mohamed Nur mengklaim berhasil memukul mundur kelompok pemberontak Al Shabab dari basisnya dengan dukungan dari pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika. Nur juga menyebutkan sejauh ini pertempuran hanya mengakibatkan tiga tentara terluka.
Pasukan pemerintahan Presiden Sharif Sheikh Ahmed dengan dukungan negara Barat memang merencanakan menyerang dan mengusir pemberontak keluar dari Mogadishu. Saat ini diperkirakan pemberontak hanya menguasai beberapa zona ibu kota tersebut. Somalia didera perang saudara selama 20 tahun akibat presiden diktator Mohamed Siad Barre digulingkan 3 Januari 1995 lalu.(ADO)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
