Abu Jibril: Saya Kurang Kenal Fauzi
Tim Liputan 6 SCTV11/03/2010 10:48
Liputan6.com, Jakarta: Dalam wawancara eksklusif SCTV di Jakarta, Kamis (11/3), Ustad Abu Jibril yang sebelumnya dikaitkan dengan aksi terorisme di Pamulang, Banten mengaku kurang mengenali sosok dokter Fauzi Syarif, pemilik rumah tempat penggerebekan para teroris Pamulang. Menurut Abu Jibril, meski Fauzi adalah salah satu muridnya, namun karena dia memiliki ratusan orang murid, jadi dia kurang memperhatikan seperti apa Fauzi.
Dia hanya mengenali Fauzi sebagai seorang murid yang rajin belajar agama dan taat beribadah, serta berperangai pendiam dan jauh dari kesan kekerasan. Selain itu, Abu Jibril juga berpendapat, pemberian stigma teroris kepada para tersangka adalah salah, karena seharusnya yang boleh mengatakan seseorang teroris adalah pengadilan, setelah melalui proses hukum yang berlaku.
Abu Jibril menghimbau kepada para ulama, pemerintah dan para cendikiawan, untuk duduk bersama membahas penanganan masalah terorisme yang lebih adil.
Sementara itu, Nia istri dari dokter Fauzi Syarif mengaku, tidak mengenal sosok Dulmatin dan yang lainnya. Menurut Nia, semua orang yang datang meminta tolong ke rumahnya, biasanya oleh sang suami langsung dibantu, tanpa melihat dari mana dia berasal. Sebab, suaminya adalah seorang dokter, dan wajar memberikan bantuan kepada orang lain.
"Bagi saya, sangat wajar banyak orang yang datang ke rumah kami dan meminta tolong kepada suami saya, karena itu memang tugas dia sebagai dokter", kata Nia. Namun, Nia mengakui bahwa Fauzi memang sering mengikuti pengajian di kediaman Ustad Abu Jibril di Witanaharja, Pamulang, Banten.(ARL)
Dia hanya mengenali Fauzi sebagai seorang murid yang rajin belajar agama dan taat beribadah, serta berperangai pendiam dan jauh dari kesan kekerasan. Selain itu, Abu Jibril juga berpendapat, pemberian stigma teroris kepada para tersangka adalah salah, karena seharusnya yang boleh mengatakan seseorang teroris adalah pengadilan, setelah melalui proses hukum yang berlaku.
Abu Jibril menghimbau kepada para ulama, pemerintah dan para cendikiawan, untuk duduk bersama membahas penanganan masalah terorisme yang lebih adil.
Sementara itu, Nia istri dari dokter Fauzi Syarif mengaku, tidak mengenal sosok Dulmatin dan yang lainnya. Menurut Nia, semua orang yang datang meminta tolong ke rumahnya, biasanya oleh sang suami langsung dibantu, tanpa melihat dari mana dia berasal. Sebab, suaminya adalah seorang dokter, dan wajar memberikan bantuan kepada orang lain.
"Bagi saya, sangat wajar banyak orang yang datang ke rumah kami dan meminta tolong kepada suami saya, karena itu memang tugas dia sebagai dokter", kata Nia. Namun, Nia mengakui bahwa Fauzi memang sering mengikuti pengajian di kediaman Ustad Abu Jibril di Witanaharja, Pamulang, Banten.(ARL)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
