Dulmatin, Murid yang Cerdas
Budi Harto dan Agus Bambang11/03/2010 10:06
Liputan6.com, Tegal: Dulmatin, tersangka Bom Bali asal Pemalang, Jawa Tengah, dikenal cerdas sejak kecil. Saat SMA, ia selalu menduduki peringkat atas. Saat masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Pemalang, di rapornya tak pernah ada nilai 6. Bahkan, untuk mata pelajaran matematika, ia selalu menorehkan nilai 9. Demikian pula dengan nilai agama yang tak pernah di bawah angka 9.
Humas SMA Negeri 1 Pemalang, Wilujeng Ribudianto, menuturkan, Dulmatin adalah siswa yang baik dan pendiam. Tak mengherankan, jika pihak sekolah
awalnya mengaku kaget dan nyaris tak percaya jika Dulmatin menajdi tersangka kasus terorisme. Dulmatin hanya menjalani belajar di SMA 1 Pemalang selama tiga semester dari 1987-1989. Setelah itu, Dulmatin mengajukan pindah sekolah ke Yogyakarta.
Dulmatin lahir di Pemalang, 6 Juni 1970, dengan nama lahir Joko Pitono. Ia tewas di tangan polisi di Pamulang, Banten, Selasa (9/3). Keluarga dan kerabat masih menunggu jenazah dipulangkan ke kampung halaman.(YUS)
Humas SMA Negeri 1 Pemalang, Wilujeng Ribudianto, menuturkan, Dulmatin adalah siswa yang baik dan pendiam. Tak mengherankan, jika pihak sekolah
awalnya mengaku kaget dan nyaris tak percaya jika Dulmatin menajdi tersangka kasus terorisme. Dulmatin hanya menjalani belajar di SMA 1 Pemalang selama tiga semester dari 1987-1989. Setelah itu, Dulmatin mengajukan pindah sekolah ke Yogyakarta.
Dulmatin lahir di Pemalang, 6 Juni 1970, dengan nama lahir Joko Pitono. Ia tewas di tangan polisi di Pamulang, Banten, Selasa (9/3). Keluarga dan kerabat masih menunggu jenazah dipulangkan ke kampung halaman.(YUS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
