Dalai Lama Berjanji Lanjutkan Dialog dengan Cina
Addy Hasan11/03/2010 00:26
Liputan6.com, Lhasa: Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, berjanji melanjutkan dialog dengan pemerintah Cina guna mendapatkan otonomi yang lebih besar bagi tanah air dan rakyat Tibet. Demikian dirilis NHK, Rabu (10/3).
Saat menghadiri peringatan ulang tahun ke-51 pemberontakan Tibet terhadap Cina oleh pemerintah Tibet di pengasingan di India bagian utara, Dalai Lama memimpin doa para korban kekejaman pemerintahan Beijing. Selain itu, pemimpin spiritual tersebut juga menuduh pemerintah Negeri tirai Bambu membatasi ruang gerak biksu dengan memaksa biarawan dan biarawati tinggal di biara layaknya di penjara. Ia juga menuduh Beijing berusaha menghapus ajaran Buddha dengan mengubah fungsi biara seperti gedung museum.
Lebih lanjut Dalai Lama meneguhkan pendiriannya melanjutkan dialog dengan Cina walaupun hanya sedikit harapan yang bisa mendapatkan hasil. Ia juga mengklaim mendapat banyak dukungan dari politisi dan pemimpin dunia. Termasuk, Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang mendukung "jalan tengah", yaitu otonomi yang lebih besar untuk Tibet.
Namun, pemerintah Cina menuduh Dalai Lama mencari alasan untuk memisahkan Tibet dari Cina. Dan pemerintah Beijing berang terhadap Washington setelah Dalai Lama bertemu dengan Presiden dan Menteri Luar Negeri AS bulan lalu [baca: Terkait Dalai Lama, Cina Panggil Dubes AS].
Perwakilan dari Tibet dan pemerintah Cina sempat bertemu memulai kembali perundingan di Beijing akhir Januari lalu [baca: Utusan Dalai Lama Buka Pembicaraan Baru].(ADD/ANS)
Saat menghadiri peringatan ulang tahun ke-51 pemberontakan Tibet terhadap Cina oleh pemerintah Tibet di pengasingan di India bagian utara, Dalai Lama memimpin doa para korban kekejaman pemerintahan Beijing. Selain itu, pemimpin spiritual tersebut juga menuduh pemerintah Negeri tirai Bambu membatasi ruang gerak biksu dengan memaksa biarawan dan biarawati tinggal di biara layaknya di penjara. Ia juga menuduh Beijing berusaha menghapus ajaran Buddha dengan mengubah fungsi biara seperti gedung museum.
Lebih lanjut Dalai Lama meneguhkan pendiriannya melanjutkan dialog dengan Cina walaupun hanya sedikit harapan yang bisa mendapatkan hasil. Ia juga mengklaim mendapat banyak dukungan dari politisi dan pemimpin dunia. Termasuk, Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang mendukung "jalan tengah", yaitu otonomi yang lebih besar untuk Tibet.
Namun, pemerintah Cina menuduh Dalai Lama mencari alasan untuk memisahkan Tibet dari Cina. Dan pemerintah Beijing berang terhadap Washington setelah Dalai Lama bertemu dengan Presiden dan Menteri Luar Negeri AS bulan lalu [baca: Terkait Dalai Lama, Cina Panggil Dubes AS].
Perwakilan dari Tibet dan pemerintah Cina sempat bertemu memulai kembali perundingan di Beijing akhir Januari lalu [baca: Utusan Dalai Lama Buka Pembicaraan Baru].(ADD/ANS)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
