Bupati Sragen Bantah Gunakan Ijazah Palsu
Wiwik Susilo10/03/2010 16:20
Liputan6.com, Sragen: Bupati Sragen, Jawa Tengah, Untung Wiyono, membantah menggunakan ijazah palsu dalam pencalonannya kembali sebagai bupati pada pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang. "Fitnah itu sengaja dihembuskan pihak-pihak tertentu," katanya di Sragen, Rabu (10/3), menanggapi tuntutan warga di daerah itu beberapa waktu lalu.
Untung mengaku sudah mengetahui aktor intelektual di balik isu itu karena mereka pendukungnya pada pilkada dulu. Pada saat masa jabatannya hampir habis, katanya, mereka justru menghujat dirinya.
Untung menghimbau warganya agar tidak terpancing fitnah itu sebab jika terpecah belah dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan pembangunan di wilayah itu. Bupati Sragen itu juga berdialog selama 24 jam dengan siapa pun terkait masalah itu.
Sebelumnya, warga sempat berunjuk rasa untuk memprotes pencalonan kembali Untung Wiyono sebagai Bupati Sragen karena tuduhan ijazah palsu itu. Bahkan, massa sempat berbuat anarkis dan bentrok dengan aparat Satpol Pamong Praja Sragen. Akhirnya, polisi membubarkan massa dengan water canon [baca: Unjuk Rasa Warga Sragen Ricuh].(IDS/SHA)
Untung mengaku sudah mengetahui aktor intelektual di balik isu itu karena mereka pendukungnya pada pilkada dulu. Pada saat masa jabatannya hampir habis, katanya, mereka justru menghujat dirinya.
Untung menghimbau warganya agar tidak terpancing fitnah itu sebab jika terpecah belah dikhawatirkan akan mengganggu pelaksanaan pembangunan di wilayah itu. Bupati Sragen itu juga berdialog selama 24 jam dengan siapa pun terkait masalah itu.
Sebelumnya, warga sempat berunjuk rasa untuk memprotes pencalonan kembali Untung Wiyono sebagai Bupati Sragen karena tuduhan ijazah palsu itu. Bahkan, massa sempat berbuat anarkis dan bentrok dengan aparat Satpol Pamong Praja Sragen. Akhirnya, polisi membubarkan massa dengan water canon [baca: Unjuk Rasa Warga Sragen Ricuh].(IDS/SHA)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
