Tiga Kecamatan di Sragen Terendam
Wiwik Susilo10/03/2010 11:09
Liputan6.com, Solo: Banjir kiriman dari anak Sungai Bengawan Solo menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Hingga Rabu (10/3) pagi, luapan sungai masih menggenangi rumah-rumah penduduk di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sragen Kota, Kecamatan Gondang, dan Kecamatan Sambung Macan.
Luapan anak Sungai Bengawan Solo ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama lebih dari tiga jam. Warga sempat panik dan langsung berhamburan keluar rumah saat luapan air mulai menggenangi permukiman mereka.
Sementara di Sragen Kota, banjir disebabkan oleh luapan Sungai Garuda. Sedangkan di Kecamatan Gondang dan Sambung Macan diakibatkan luapan Sungai Natan.
Genangan air mencapai lebih dari 50 sentimeter di sejumlah kawasan, sehingga warga pun berusaha mencari lokasi yang lebih aman untuk mengungsi. Untuk membantu warga, tim SAR pun diterjunkan ke lokasi meski ketinggian air dianggap masih cukup aman.
Hingga kini, Pemkab Sragen belum mengetahui secara pasti jumlah kerugian akibat banjir kiriman anak Sungai Bengawan Solo tersebut. Hingga Selasa malam, sebagian warga masih mengungsi karena khawatir terjadi banjir susulan.(IDS/ADO)
Luapan anak Sungai Bengawan Solo ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama lebih dari tiga jam. Warga sempat panik dan langsung berhamburan keluar rumah saat luapan air mulai menggenangi permukiman mereka.
Sementara di Sragen Kota, banjir disebabkan oleh luapan Sungai Garuda. Sedangkan di Kecamatan Gondang dan Sambung Macan diakibatkan luapan Sungai Natan.
Genangan air mencapai lebih dari 50 sentimeter di sejumlah kawasan, sehingga warga pun berusaha mencari lokasi yang lebih aman untuk mengungsi. Untuk membantu warga, tim SAR pun diterjunkan ke lokasi meski ketinggian air dianggap masih cukup aman.
Hingga kini, Pemkab Sragen belum mengetahui secara pasti jumlah kerugian akibat banjir kiriman anak Sungai Bengawan Solo tersebut. Hingga Selasa malam, sebagian warga masih mengungsi karena khawatir terjadi banjir susulan.(IDS/ADO)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
