Mantan Presiden Iran Dicegah ke Luar Negeri
Yus Ariyanto09/03/2010 21:49
Liputan6.com, Teheran: Mantan Presiden Iran Mohammad Khatami, yang dikenal sebagai tokoh reformis, telah dilarang bepergian ke luar negeri. Demikian diberitakan kantor berita semi-pemerintah, Fars, Selasa (8/3).
Khatami mendukung pemimpin oposisi, Mirhossein Mousavi, dalam pemilihan umum yang dimenangkan saingan utamanya, Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada Juni lalu. Pemilu itu menimbulkan pertikaian politik di negara kaya minyak tersebut.
Tak lama setelah hasil pemilu diumumkan, Khatami menyerukan pihak berwenang menyelenggarakan referendum menyangkut legitimasi pemerintah. "Satu-satunya jalan keluar bagi situasi sekarang adalah menyelenggarakan referendum mengenai legitimasi pemerintah," kata Khatami. Ia dan pihak oposisi mempertanyakan kejujuran pemilu dan menuduh terjadi kecurangan. Namun pemerintah membantah keras tudingan itu.
Tahun lalu, Garda Revolusi Iran menyerukan agar Khatami dan Mousavi diadili karena dicurigai mengobarkan kerusuhan setelah pemilihan presiden yang dipersoalkan itu. Pemilihan presiden pada 12 Juni itu telah menjebloskan Iran ke dalam krisis internal terbesar sejak revolusi Islam 1979, memperdalam perpecahan di jajaran tinggi kekuasaan dan menyulut gelombang protes yang menewaskan sejumlah orang.(ANT)
Khatami mendukung pemimpin oposisi, Mirhossein Mousavi, dalam pemilihan umum yang dimenangkan saingan utamanya, Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada Juni lalu. Pemilu itu menimbulkan pertikaian politik di negara kaya minyak tersebut.
Tak lama setelah hasil pemilu diumumkan, Khatami menyerukan pihak berwenang menyelenggarakan referendum menyangkut legitimasi pemerintah. "Satu-satunya jalan keluar bagi situasi sekarang adalah menyelenggarakan referendum mengenai legitimasi pemerintah," kata Khatami. Ia dan pihak oposisi mempertanyakan kejujuran pemilu dan menuduh terjadi kecurangan. Namun pemerintah membantah keras tudingan itu.
Tahun lalu, Garda Revolusi Iran menyerukan agar Khatami dan Mousavi diadili karena dicurigai mengobarkan kerusuhan setelah pemilihan presiden yang dipersoalkan itu. Pemilihan presiden pada 12 Juni itu telah menjebloskan Iran ke dalam krisis internal terbesar sejak revolusi Islam 1979, memperdalam perpecahan di jajaran tinggi kekuasaan dan menyulut gelombang protes yang menewaskan sejumlah orang.(ANT)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
