Video Kekerasan Siswa SMK Beredar di Masyarakat
Sugihartono dan Dwi Aji Novyanto08/03/2010 20:30
Liputan6.com, Tegal: Aksi kekerasan di lembaga pendidikan seolah sulit dihilangkan. Sebuah video rekaman adegan kekerasan siswa SMK Pelayaran, di Kota Tegal, Jawa Tengah, terhadap yuniornya, saat ini beredar di masyarakat, Senin (8/3). Dalam video berdurasi sekitar enam belas menit tersebut, terekam sejumlah siswa yunior yang berdiri berjejer, ditendang dan dipukul bergiliran oleh seniornya.
Sejumlah siswa yunior nampak kesakitan dan tumbang, setelah menerima tendangan dan pukulan, di ulu hati. Namun, sang senior tetap melakukan pemukulan. Ada pula adegan siswa yunior dipaksa minum oleh seniornya, sambil dipukul ulu hatinya.
Aksi kekerasan ini dilakukan di ruang kelas pada siang hari. Tapi, tak satupun guru yang datang untuk mencegah aksi brutal ini. Salah satu siswa senior bahkan sengaja berbicara menghadap kamera perekam, sambil mengatakan, bahwa yunior yang kurang ajar harus diberi pelajaran, kalau perlu dibasmi sampai habis.
Video ini beredar luas di masyarakat Tegal, melalui fasilitas 'bluetooth' handphone. Belum jelas kapan, dan dimana video itu dibuat. Kapolresta Tegal, AKPB Ahmad Husni mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait rekaman video kekerasan ini.
Beredarnya video rekaman kekerasan ini selain meresahkan masyarakat, juga menambah panjang daftar kekerasan di sekolah. Beberapa waktu yang lalu di Ngawi, Jawa Tengah, juga beredar video kekerasan siswa [baca: Video Kekerasan Antarpelajar di Ngawi Beredar]. Warga berharap, polisi serius mengusut asal usul video ini.(ARL/AYB)
Sejumlah siswa yunior nampak kesakitan dan tumbang, setelah menerima tendangan dan pukulan, di ulu hati. Namun, sang senior tetap melakukan pemukulan. Ada pula adegan siswa yunior dipaksa minum oleh seniornya, sambil dipukul ulu hatinya.
Aksi kekerasan ini dilakukan di ruang kelas pada siang hari. Tapi, tak satupun guru yang datang untuk mencegah aksi brutal ini. Salah satu siswa senior bahkan sengaja berbicara menghadap kamera perekam, sambil mengatakan, bahwa yunior yang kurang ajar harus diberi pelajaran, kalau perlu dibasmi sampai habis.
Video ini beredar luas di masyarakat Tegal, melalui fasilitas 'bluetooth' handphone. Belum jelas kapan, dan dimana video itu dibuat. Kapolresta Tegal, AKPB Ahmad Husni mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait rekaman video kekerasan ini.
Beredarnya video rekaman kekerasan ini selain meresahkan masyarakat, juga menambah panjang daftar kekerasan di sekolah. Beberapa waktu yang lalu di Ngawi, Jawa Tengah, juga beredar video kekerasan siswa [baca: Video Kekerasan Antarpelajar di Ngawi Beredar]. Warga berharap, polisi serius mengusut asal usul video ini.(ARL/AYB)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.
Klik di sini untuk selanjutnya...
